- Pemprov Kaltim mengajukan Sultan Chaliluddin menjadi pahlawan nasional.
- Dinas Sosial membidik seluruh berkas fisik maupun administrasi Sultan Paser ini.
- Sultan Chaliluddin merupakan sosok yang menentang kolonialisme Belanda.
SuaraKaltim.id - Sultan Ibrahim Chaliluddin bakal mendapat gelar pahlawan nasional ke Kementerian Sosial tahun ini. Sultan Chaliluddin merupakan sosok yang berasal dari Kesultanan Paser, Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kaltim Sukariamat mengungkapkan dokumen usulan Sultan Chaliluddin sudah dinyatakan lengkap.
"Saat ini dokumen usulan Sultan Ibrahim Chaliluddin sudah dinyatakan lengkap dan bahkan telah melalui tahapan seminar nasional sebagai syarat krusial pengajuan," kata Sukariamat dikutip dari Antara, Senin (19/1/2026).
Hingga saat ini, Kaltim tercatat memiliki satu pahlawan nasional, yakni Sultan Aji Muhammad Idris berasal dari Kesultanan Kutai, yang berjuang lintas provinsi hingga dimakamkan di Wajo, Sulawesi Selatan.
Dinas Sosial Kaltim membidik seluruh berkas fisik maupun administrasi Sultan Paser tersebut untuk dapat diserahkan kepada Kementerian Sosial di Jakarta sebelum batas waktu pada Maret 2026.
"Pengajuan ini juga didukung oleh keberadaan ahli waris, Adjie Benni Syarief Fiermansyah Chaliluddin, yang berdomisili di Cianjur dan menyimpan rapi dokumen asli, termasuk arsip masa Hindia Belanda," kata dia.
Pihaknya mencatat fakta sejarah bahwa Sultan Ibrahim Chaliluddin pemimpin yang dibenci Belanda karena sikap keras menentang kolonialisme hingga dicap sebagai pemberontak berbahaya.
Akibat perlawanan yang gigih tersebut, katanya, Sultan Ibrahim akhirnya ditangkap dan menjalani masa pengasingan di Cianjur, Jawa Barat, hingga wafat dan dimakamkan di kota tersebut.
"Jejak perjuangan Sang Sultan di tanah pengasingan kini diteruskan oleh keturunannya yang mendirikan sebuah yayasan yang bergerak aktif di bidang sosial dan pendidikan," kata dia.
Selain fokus pada Sultan Chaliluddin, Dinas Sosial mencatat adanya usulan untuk Raja Alam berasal dari Kerajaan Sambaliung yang telah diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Berau.
Selain itu, nama pejuang Muso Salim berasal dari Kutai Kartanegara baru masuk tahap komunikasi lisan dari keturunannya dan belum menyertakan dokumen normatif yang disyaratkan.
Sebelumnya, usulan gelar untuk mantan Gubernur Kaltim Abdoel Moeis Hassan sempat terhenti karena tim peneliti kekurangan data autentik mengenai aktivitas perjuangannya antara 1934 hingga 1964.
Proses seleksi ini melibatkan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2G) baik di tingkat provinsi maupun pusat untuk memverifikasi validitas sejarah dan rekomendasi gubernur.
"Kami berharap dengan pengumpulan arsip sejarah seperti kliping koran lawas dan naskah kuno lainnya, Sultan Chaliluddin bisa menyusul menjadi pahlawan nasional kedua dari Kalimantan Timur," tegas Sukariamat. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Empat Bocah Selamatkan Bekantan, BKSDA Samarinda Sampaikan Terima Kasih
-
Asap Karhutla Kuning Masih Selimuti Palangkaraya, Ganggu Jarak Pandang
-
Pria di Samarinda Ngamuk Tak Dibelikan Motor, Ancam Orang Tua Pakai Parang
-
Pria 56 Tahun di Samarinda Ditemukan Bersimbah Darah, Lengan Nyaris Putus
-
Minta Maaf, Ajudan Gubernur Kaltim yang Dinilai Arogan Tetap Diperiksa