Eko Faizin
Rabu, 22 April 2026 | 09:11 WIB
Masa aksi menyalakan flare saat unjuk rasa di depan kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026). [ANTARA FOTO/Angga Palguna/bar]
Baca 10 detik
  • Massa aksi Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim menggelar aksi pada Selasa (21/4/2026).
  • Mereka mendesak DPRD Kaltim untuk mengevaluasi kebijakan Gubernur Rudy Mas'ud.
  • Beberapa tuntutan disampaikan, dari mobil dinas hingga anggaran renovasi rumah dinas.

Namun, Ekti menegaskan bahwa langkah politik tersebut harus melalui mekanisme resmi di internal parlemen.

"Tentu setelah ini akan kita rapatkan dalam rapat pimpinan bersama unsur pimpinan dan ketua-ketua fraksi untuk menyikapi kelanjutannya," ungkapnya.

Meski sempat beraudiensi dengan legislatif, massa tidak berhasil menemui Gubernur Rudy Mas'ud sepanjang aksi berlangsung.

Demonstrasi yang berlangsung di Jalan Gajah Mada dan Jalan Teuku Umar ini berakhir setelah pimpinan dewan menjanjikan tindak lanjut atas tuntutan warga.

Diketahui, demo 21 April berakhir ricuh hingga Selasa petang. Polisi berusaha membubarkan massa unjuk rasa yang sejak siang menunggu Gubernur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.

Para pengunjuk rasa yang dilanda kekecewaan meluapkan kemarahannya dengan melemparkan botol minuman, tumpukan sampah, hingga bebatuan ke area gedung Kantor Gubernur Kaltim tersebut.

Kekecewaan massa memuncak karena Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud maupun Wakil Gubernur Seno Aji tidak kunjung keluar menemui mereka.

Load More