Ada pula temuan luka lecet pada leher kanan dan kiri bagian samping, terdapat bintik perdarahan pada kulit leher bagian depan dan samping, terdapat resapan darah pada jaringan dibawah leher serta terdapat bintik perdarahan pada trakea saluran pernapasan.
"Tetapi, belum ada kesimpulan dari rumah sakit, yang jelas ada beberapa sampel yang diambil seperti paru, otak, kulit kepala bagian dalam dan dinding trakea (saluran nafas)," bebernya.
Dugaan awal polisi, Suharni diduga tewas akibat dicekik oleh Jabaruddin. Untuk dugaan sementara, pembunuhan itu bermotif sakit hati.
"Untuk kesimpulan pasti (sebab kematian) belum kita terima," lanjut perwira polisi pertama yang akrab disapa Aldy tersebut.
Baca Juga:Terungkap! Sejoli Bunuh Wanita di Sumut Gegara Minta Hadiah HP Dikembalikan
Aldy menerangkan, Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota membawa sejumlah barang bukti dari kamar korban, seperti bantal, kain seprei, serta pakaian dalam milik korban.
"Jadi, sebelum mengaku ke ibunya sudah membunuh korban, sempat bilang juga ke ibunya kalau dia sudah lama sakit hati dengan istrinya. Cuma tidak rinci, sakit hati karena apa," katanya.
"Sebelum korban ditemukan meninggal, tidak ada tetangga yang mendengar cekcok, ribut-ribut dari kamar kos. Jadi ternyata, dia kabur bersama anak angkatnya juga," tambahnya.
Lanjut Aldy, korban diketahui merupakan warga Banggai Sulawesi Selatan dan tak memilik kerabat di Samarinda. Oleh sebab itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres setempat guna memberitahukan pihak keluarga terkait keadaan korban saat ini.
"Keluarga korban ada di sana. Jadi kami koordinasi ke Polres Banggai, bahwa korban meninggal. Kalau jenazahnya masih di rumah sakit. Ya itu, karena tidak ada keluarganya di Samarinda," katanya.
Baca Juga:Sejoli Pembunuh Wanita di Sumut Ternyata Mantan Kekasih Korban
Kontributor : Alisha Aditya