Viral Video Ceramah Rizieq soal Penggal Kepala, Begini Lengkapnya

Dalam video viral berdurasi 40 detik itu, Habib Rizieq meminta agar pihak kepolisian menindak tegas orang yang terlibat kasus penghinaan ulama dan nabi

Fitri Asta Pramesti | Hernawan
Rabu, 18 November 2020 | 17:50 WIB
Viral Video Ceramah Rizieq soal Penggal Kepala, Begini Lengkapnya
Habib Rizieq bercerita soal Pemerintah Arab Saudi minta maaf kepadanya. (YouTube/Front Tv)

Habib Rizieq mengatakan, Ka'ab bin Al Asyraf kalau sekarang ini hampir sama dengan buzzer.

"DIa kerjaannya hujat nabi, dia buzzer, biang buzzer, suka sebarkan hoaks," terang Habib Rizieq.

Pada akhirnya, Ka'ab bin Al Asyraf berhasil dibunuh oleh para sahabat nabi Muhammad SAW.

Namun, ternyata riwayat lain menyebut ada penghina Nabi Muhammad yang tidak dibunuh. Sebab, ada beberapa kondisi tertentu, misalnya seorang pengemis buta miskin yang tiap hari mencaci Nabi Muhammad SAW padahal tiap hari Rasulullah memberi sedekah uang kepadanya.

Baca Juga:Dinilai Ikut Berkaitan dengan Hajatan Rizieq, DPR: Coba Menag Gak Utus KUA

Si pengemis tersebut tidak dibunuh karena dia tak berdaya, bukan siapa-siapa, miskin, dan buta.

Sahabat Nabi Muhammad SAW memang marah dengan pengemis itu. Namun, Nabi Muhammad SAW meminta sahabatnya untuk tidak agresif. Rasulullah mengatakan, biarkan saja. Sebab, si pengemis nant akan sadar sendiri. Alkisah, setelah nabi wafat, si pengemis itu bertaubat lantaran tahu sosok yang memberinya uang setiap hari adalah Nabi Muhammad.

Riwayat lainnya, nabi dan sahabat sedang siap berangkat perang dengan tentara kuda. Di tengah perjalanan, rombongan merusak paga kebun seorang Yahudi. Tak khayal, empunya marah dan memaki nabi. Kendati begitu, Rasulullah menahan amarah sahabatnya. Nabi Muhammad mengatakan cukup ganti rugi saja karena itu cuma urusan pagar, bukan soal prinsip seperti akidah.

Dalam ceramahnya itu, Habib Rizieq mengatakan, belajar dari berbagai riwayat penghinaan pada Nabi Muhammad SAW, berarti ada konteksnya.

"Jadi ada saatnya, ada tempatnya, da ada masanya. Ini yang mesti kita buka kepada umat. Supaya umat cerdas, jangan cerita soal sabarnya nabi tapi tegasnya disembunyikan. Atau sebaliknya, cerita tegasnya nabi, tapi arif bijaknya disembunyikan. Kalau kita cerita soal tegasnya nabi tanpa cerita arifnya nabi, nanti umat salah paham jadi garang semua saudara. Tapi kalau kita cerita berimbang, inia rifnya cerdas, pandainya nabi, umat jadi cerdas dan pandai cara contoh nabi kita tercinta," cetus Habib Rizieq.

Baca Juga:Sepekan di Markas FPI, Lurah Petamburan Kena Corona Gegara Hajatan Rizieq?

"Kalaunurusan agama, itu ditimbang lagi oleh Nabi saudara. Dilihat lagi mudharatnya dan baru tentukan mana yang dibiarkan dan mana yang harus ditegakkan hukum. Beliau manusia cerdas. Beliau sabar tapi tegas dan cerdas. Bagaimana perlakukan lembut, kapan tegas, kapan marah, kapan ambil tindakan tegas terhadap para penghina nabi," sambungnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini