alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jumlah Nakes Minim Jadi Alasan Pemkot Balikpapan Belum Dirikan RS Darurat

Chandra Iswinarno Rabu, 20 Januari 2021 | 13:59 WIB

Jumlah Nakes Minim Jadi Alasan Pemkot Balikpapan Belum Dirikan RS Darurat
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi [Antara].

Pertimbangan yang disampaikan salah satunya karena minimnya jumlah tenaga medis atau tenaga kesehatan.

SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan hingga kini masih belum memilih opsi pendirian rumah sakit (RS) darurat khusus untuk pasien Covid-19. Pertimbangan yang disampaikan salah satunya karena minimnya jumlah tenaga medis atau tenaga kesehatan.

Persoalan tersebut dikemukakan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi di tengah tren peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang ada di Kota Minyak tersebut.

“Kalau kita tenaga (medis) mana yang mau ditempatkan? Tenaga perawat di rumah sakit saja masih kurang dan tidak gampang juga mencari dokter untuk rumah sakit darurat. Termasuk juga untuk pengadaan alat kesehatannya,” ujarnya seperti dilansi Inibalikpapan.com-jaringan Suara.com pada Selasa (19/1/2021).

Dia mengemukakan, solusi terpendek saat ini dengan meminta rumah sakit menambahkan ruang untuk pasien covid-19. Rizal menjelaskan, Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) telah mengajukan penambahan ruang yang di maksud kepada gubernur Kaltim.

Baca Juga: Wali Kota Rizal Effendi Akui PPKM Balikpapan Tidak Seketat di Pulau Jawa

“Langkah yang dipertahankan adalah penambahan ruangan. seperti RSKD sekarang ini lagi ajukan ke gubernur untuk menambah ruang. Jadi jauh lebih memungkinkan daripada buat rumah sakit darurat, ” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Balikpapan terus melonjak hingga Januari 2021.

Akibatnya, banyak rumah sakit rujukan Covid-19 di Balikpapan kewalahan menampung pasien komorbit yang terkonfirmasi Virus Corona dan harus menjalani isolasi di rumah sakit.

Lantaran itu, Rizal meminta pengertian masyarakat, khususnya pasien orang tanpa gejala (OTG) untuk menjalani isolasi mandiri.

Dia berharap pasien OTG mampu menerapkan protokol pencegahan covid-19 meskipun itu tidak di rumah sakit ataupun di asrama yang merupakan tempat perawatan pasien OTG.

Baca Juga: Pasien Covid-19 di Balikpapan Membludak, Pemkot Tambah Dua RS Rujukan

“Kepada masyarakat mohon pengertiannya sampai kondisi kembali normal. Kalau pasien di ruang rawat biasa masih bisa. Tetapi kalau rawat di ruang ICU, bagaimana kita bisa keluarkan orang masih di ICU, ” katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait