alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Serapan Modal BUMDes di Kabupaten Penajam Paser Utara Capai Rp9,3 Miliar

Sapri Maulana Kamis, 01 April 2021 | 12:18 WIB

Serapan Modal BUMDes di Kabupaten Penajam Paser Utara Capai Rp9,3 Miliar
Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud atau AGM saat memimpin Upacara HUT ke-19 kabupaten. [Dok. Humas Pemkab PPU]

BUMDes di Desa Giripurwa, Api-Api, Sesulu, dan Desa Labangka Barat memiliki akumulasi modal di atas Rp1 miliar.

SuaraKaltim.id - Penyertaan modal yang diserap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tersebar pada 30 desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, hingga kini telah mencapai Rp9,3 miliar.

 "Penyertaan modal sebesar ini merupakan akumulasi dari modal mulai tahun 2015 hingga 2020," ujar Tenaga Teknis Program Pembangunan, Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (P2KPM) Kabupaten Penajam Paser Utara, Imam Subarkah di Penajam, Rabu (31/3/2021) dilansir dari Antara.

Imam Subarkah memaparkan perincian serapan penyertaan modal untuk 30 BUMDes tersebut adalah pada 2015 senilai Rp1,2 miliar, tahun 2016 tercatat Rp442,6 juta, 2017 senilai Rp1,35 miliar.

“Kemudian tahun 2018 dengan penyertaan modal mencapai Rp3,97 miliar, tahun 2019 senilai Rp1,15 miliar, dan tahun 2020 dengan penyertaan modal sebesar Rp1,18 miliar,” kata dia.

Baca Juga: Komisi V Apresiasi Bumdes Desa Balingbing

“Dari total penyertaan modal yang mencapai Rp9,3 miliar tersebut, lanjut Imam yang membidangi Pengembangan Ekonomi, BUMDes, dan Kawasan Perdesaan ini, total omset yang diperoleh Rp1,14 miliar, laba Rp719,55 juta, dan realisasi pendapatan asli desa (PADes) Rp328,33 juta,” sambungnya.

Tenaga Teknis Program P2KPM Kabupaten PPU Imam Subarkah (kanan).[Antaranews Kaltim/ M Ghofar]
Tenaga Teknis Program P2KPM Kabupaten PPU Imam Subarkah (kanan).[Antaranews Kaltim/ M Ghofar]

"Adanya omset yang hanya Rp1,14 miliar dan laba Rp719,55 juta, sementara modalnya mencapai Rp9,3 miliar ini, menggambarkan masih tingginya indikasi aset yang tidak produktif dan tingginya uang yang belum digunakan," ucapnya.

Dia memaparkan, pada 2020 terdapat beberapa catatan kinerja keuangan beberapa BUMDes.

Di mana BUMDes di Desa Giripurwa, Api-Api, Sesulu, dan Desa Labangka Barat, memiliki akumulasi modal di atas Rp1 miliar.

 "Kemudian ada 13 BUMDes melaporkan omset dan laba positif, ada nilai aset produktif yang masih tercemar dengan aset tidak lancar, piutang tidak lancar, dan nilai penyusutan. Dari sisi usaha, unit perkreditan berkontribusi mencapai 87 persen terhadap kinerja BUMDes," ucap Imam.

Baca Juga: Bupati PPU AGM Usulkan DAK untuk Pembangunan IKN Agar Cepat Terealisasi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait