alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gubernur Kaltim Sebut Uang Makan Pekerja di IKN Capai Rp 7,5 M per Hari

Chandra Iswinarno Jum'at, 16 April 2021 | 14:25 WIB

Gubernur Kaltim Sebut Uang Makan Pekerja di IKN Capai Rp 7,5 M per Hari
Gubernur Kaltim Isran Noor. [Akun Instagram pemprov_kaltim]

Pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kecamatan Penajam Paser Utara akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

SuaraKaltim.id - Pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kecamatan Penajam Paser Utara akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). 

Gubernur Kaltim H Isran Noor  mengemukakan, berdasarkan informasi dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, pekerja di IKN kurang lebih 150 ribu orang, untuk cateringnya satu hari Rp50 ribu (makan pagi, siang dan malam).

"Sehari terjadi transaksi sekitar Rp 7,5 miliar. Itu baru makanannya. Belum lagi jasa-jasa dan barang lainnya. Maka wajar keberadaan IKN sangat berpengaruh dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Isran Noor melalui rilis yang tersiar di Instagram Pemprov Kaltim pada Rabu (14/4/2021).

Lebih lanjut, Isran mengemukakan, pertumbuhan ekononomi Kaltim relatif dan mendominasi di Kalimantan, lantaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim tahun 2020 Rp 600 triliun lebih, dan di Kalimantan sendiri kontribusi PDRB nasional itu masih kurang dari 10 persen, kisaran sekitar 8 atau 9 persen saja.

Baca Juga: Tinjau Lokasi Pembangunan IKN di Kaltim, Suharso: Lebih Cepat Lebih Baik

“Ke depannya, membuat sebuah perspektif yang bagus dan pemerintah pusat sudah memiliki komitmen. Salah satu pemacu pertumbuhan ekonomi Kaltim adalah melanjutkan pembangunan IKN yang baru,” katanya.

Itu secara regional, lanjut Isran, Kaltim bisa meningkatkan pertumbuhan hampir 50 persen atau sekitar 47 persen. Secara Kalimantan itu mencapai lebih kurang pertumbuhannya 24 persen, dan secara nasional bisa mencapai 9 sampai 11 persen.

“Dan itu besar sekali, karena memang tidak sedikit investasi dan transaksi di wilayah IKN. Juga momen-momen yang bisa kita kembangkan dan kaitkan dengan rencana strategis lainnya,” katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait