alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Vaksin Covid-19 Ada Microchip? Peneliti AstraZeneca Indra Rudiansyah Bongkar Faktanya

Denada S Putri Minggu, 01 Agustus 2021 | 07:14 WIB

Vaksin Covid-19 Ada Microchip? Peneliti AstraZeneca Indra Rudiansyah Bongkar Faktanya
Indra Rudiansyah, penelitian vaksin Covid-19 merek AstraZeneca dari Indonesia (tangkapan layar/Dini Afrianti)

Isu pemasangan microchip lewat vaksin adalah hoaks atau kabar bohong yang menyesatkan.

SuaraKaltim.id - Peneliti vaksin Covid-19 asal Indonesia, Indra Rudiansyah, menanggapi 'teori konspirasi' yang mengatakan tentang program vaksinasi Covid-19 merupakan agenda konspirasi elit global. Untuk memasang microchip ke tubuh masyarakat dunia.

Indra Rudiansyah merupakan mahasiswa dari Universitas Oxford, dan salah satu peneliti yang ikut mengembangkan vaksin Covid-19 AstraZeneca di Inggris.

Menurutnya, isu pemasangan microchip bermula ketika pendiri Microsoft sekaligus orang terkaya di dunia - Bill Gates, ikut mendanai penelitian dan pengembangan vaksin Covid-19. Bahkan sebelum Covid-19 menyebabkan pandemi.

"Tentang microchip, bisa dikaitkan dengan Bill Gates. Latar belakang Bill Gates di bidang informasi teknologi (IT) dan menjadi philanthropy yang mendukung vaksin," ujar Indra dalam acara bincang media, Kamis (30/07/2021) yag dikutip dari Suara.com.

Baca Juga: Indra Rudiansyah Sebut Vaksin Nusantara Tak Praktis Dipakai Saat Pandemi Covid-19

Indra mlanjutkan, Bill Gates melalui perusahaannya, memang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. 

Sebagai orang yang dermawan, dengan kekayaan yang melimpah, Bill Gates fokus mendukung program lingkungan, kesehatan dan kemanusiaan. Termasuk pengembangan vaksin Covid-19, yang diharapkan dapat menyelamatkan umat manusia.

Jadi, secara tegas Indra memastikan, isu pemasangan microchip lewat vaksin adalah hoaks atau kabar bohong yang menyesatkan.

Ia melanjutkan, vaksin merupakan produk medis berisi kandungan protein. Dengan kegunaan untuk merangsang sistem imun, agar bisa mengenali virus atau bakteri sebagai sumber penyakit.

Setelahnya sistem imun akan bekerja, membuat formula, untuk membentuk antibodi khusus yang bisa menyerang virus atau bakteri tersebut.

Baca Juga: Kisah Indra Rudiansyah, Anak Bangsa yang Ikut Mengembangkan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

"Vaksin mengandung bahan sebagian protein virus atau virus yang sudah dimatikan. Ada juga komponen tambahan, yaitu larutan penyangga yang bisa menstabilkan virus tersebut agar tidak mudah hancur dan juga untuk menyeimbangkan dengan cairan di dalam tubuh," paparnya.

Baca Juga

Berita Terkait