Anak tentu akan marah ketika screen time dibatasi. Di sini, orangtua wajib memberikan pilihan agar anak merasa memiliki kuasa terhadap aktivitas yang akan dilakukan selanjutnya.
"Bantu anak beralih dari menatap layar ke aktivitas fisik. Misalnya jika ia sedang menonton kartun, Anda bisa mengajaknya untuk bermain boneka dengan cerita yang dibangun sendiri," tulis pakar dari Center on Media and Child Health, Boston Children’s Hospital.
Memberikan batas waktu sebelum beralih ke kegiatan selanjutnya juga tindakan baik. Dengan begitu, anak memiliki keleluasaan dalam aktivitasnya.
"Jangan langsung matikan TV. Berikan peringatan bahwa 5 menit lagi waktu menonton selesai agar anak tidak tantrum," tambahnya.
Baca Juga:31 Persen Remaja Kegemukan, Brasil Mulai Program Nasional Cegah Obesitas
![Ilustrasi anak bermain secara aktif. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/08/12/60414-ilustrasi-anak-bermain-secara-aktif-istimewa.jpg)
3. Ajak main secara aktif
Solusi terakhir ketika perhatian anak sudah teralih dari gadget, adalah mengajaknya bermain secara aktif.
Screen time tinggi bisa jadi buah dari kebosanan anak. Dengan melakukan permainan aktif, maka anak tidak akan bosan dan keinginan bermain gadget menghilang.
"Board games, bermain bola, atau bermain peran merupakan alternatif permainan aktif yang bisa merangsang ketertarikan anak dan menjauhkannya dari gadget," paparnya lagi.
Orangtua mungkin tidak selalu memiliki waktu dan tenaga untuk bermain secara aktif dengan anak, terlebih di masa pandemi.
Baca Juga:Empat Anak di Bantul Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19, Bupati: Kami Akan Beri 3 Jaminan
Jika ini terjadi, Anda bisa mengatur waktu play date atau bermain bersama dengan orangtua lain secara bergantian.