alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gawat, Pengangguran di Kaltim Ada 200 Ribu, Perusahaan di Benua Etam Didorong Lakukan Ini

Denada S Putri Minggu, 21 November 2021 | 07:00 WIB

Gawat, Pengangguran di Kaltim Ada 200 Ribu, Perusahaan di Benua Etam Didorong Lakukan Ini
Ilustrasi magang. [Unsplash]

Kalau Pemerintah saja agak berat untuk cover semuanya."

SuaraKaltim.id - Menyambut Ibu Kota Negara (IKN) baru, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendorong perusahaan di Kaltim untuk aktif menggelar pemagangan. Hal itu disampaikan Koordinator Penyelenggaraan Pemagangan Dalam Negeri Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Subandi saat sosialisai di Balikpapan.

“Untuk menyambut kalau nanti jadi ditetapkan IKN, kan nanti SDM nya sudah siap. Bagaimana persiapan Provinsi Kaltim menyiapkan IKN itu,” ujarnya dilansir dari Inibalikpapan.com--Jaringan Suara.com, Minggu (21/11/2021)

Apalagi katanya, jumlah pengangguran di Kaltim juga sangat tinggi. Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang ia terima ada 200 ribu pengangguran di Benua Etam, sehingga menurutnya, pemerintah tak mungkin bisa sendiri menggelar pemagangan.

“Karena pengangguran itu masih ada sekitar 7 jutaan di Indonesia kalau ditangani pemerintah nggak sanggup, khususnya dari sisi anggaran. Kalau di Kaltim 200-an ribu pengangguran.”

Baca Juga: Kaltim Keseluruhan Zona Kuning, Angka Terkonfirmasi Hari Ini Bertambah 6 Kasus

“Kalau Pemerintah saja agak berat untuk cover semuanya. Makanya perlu kerjsama semua. Kita mengajak perusahaan melakukan maggang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pemagangan dari program Kemenaker rencananya akan berlangsung di periode 2021-2022. Karena harapannya, melalui program pemagangan akan menghasilkan SDM yang berkualitas.

“Menteri tenaga kerja sudah mencanangkan di 2021-2022 tahun pemagangan. Sehingga kulitas SDM kita ini bisa naik,” sambungnya.

Lalu menurutnya, dengan pemagangan akan menjawab kebutuhan perusahaan terkait tenaga kerja. Karena banyak perusahaan yang mengeluhkan kebutuhan dan skill tenaga kerja tak sesuai.

“Sehingga salah satu upayanya melalui magang. Istilah miss match nya sudah tidak ada karena sudah cocok,” tandasnya.

Baca Juga: DED Dikerjakan, Optimistis Banjir Rob Bontang Kuala Tertangani

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait