Ia pun menduga ledakan itu berasal dari tabung gas yang ada di warung tersebut. Posisi mobil pun dibenarkan olehnya masuk ke dalam parit.
"Mobil enggak meledak, yang meledak warungnya, karena tabrakan. Mobil sudah di dalam parit, warung sudah ditabrak, turun langsung ke (parit). Warung kelontong yah ada (gas) lah," bebernya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa temannya tak berada di dalam kala kebakaran itu terjadi. Ia menyebut temannya itu sedang berada di pasar. Lalu, ia menjelaskan pula bahwa temannya sempat datang.
"Enggak. Dia biasa kalau subuh belanja ke pasar, belanja buat sayur. Ada dia. Datang tadi. Cuma dia punya anak, dia punya istri, ada anak buah di dalam. Cuma jumlah pasti enggak tahu," tandasnya.
Berdasarkan olahan data dari Relawan Info Taruna Samarinda (ITS) korban jiwa saat ini ada 6 orang. Satu orang ditemukan di lantai 1 bangunan, 5 orang ditemukan di lantai 2 bangunan.
Untuk korban luka, ada 2 orang. Keduanya ditemukan di lantai 2 bangunan. Penghuni bangunan tersebut ada 3 KK dengan 12 jiwa.