facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ditarget Rampung Desember, Pengerjaan Jembatan Rusunawa di Bontang sudah Jalan

Denada S Putri Kamis, 26 Mei 2022 | 14:30 WIB

Ditarget Rampung Desember, Pengerjaan Jembatan Rusunawa di Bontang sudah Jalan
Jembatan Rusunawa Kelurahan Api-api ditarget selesai pada Desember. [KlikKaltim.com]

"Ini yang mengerjakan pemenang kontrak nomor dua. Jadi CV Bebika Borneo dengan penawaran Rp 3,7 Miliar saat dipanggil ternyata mengundurkan diri," katanya.

SuaraKaltim.id - Pengerjaan jembatan Rusunawa Kelurahan Api-api ditarget selesai pada Desember 2022 mendatang. Diketahui proyek jembatan yang mampu dilintasi bobot 8 ton itu dikerjakan oleh CV Pramana Putra dari Kota Bontang dengan nilai kontrak Rp 4,1 Miliar. 

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Anwar Nurddin mengatakan, pemenang kontrak sudah menaruh beberapa material. 

Kemudian, untuk material tiang pancang juga sudah dipesan di Surabaya sejak satu minggu lalu. Selain itu, penghitungan titik as jembatan dan ketinggian juga sudah dilakukan. 

"Ini yang mengerjakan pemenang kontrak nomor dua. Jadi CV Bebika Borneo dengan penawaran Rp 3,7 Miliar saat dipanggil ternyata mengundurkan diri," katanya melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Kamis (26/5/2022). 

Baca Juga: AMT, Pejabat Pemkot Bontang Ketangkap Basah Konsumsi Sabu di Rumahnya

Selanjutnya, selama proses pembangunan jembatan yang lama belum akan dibongkar. Artinya, penghuni Rusunawa masih bisa menggunakan jembatan seperti biasa. 

Selain itu pertimbangan belum dibongkar juga akan digunakan untuk menyebrangkan material. Karena titik pembangunan jembatan juga akan sejajar dengan gerbang masuk Rusunawa. 

"Tidak dibongkar dulu. Karena lokasi pembangunan juga bukan disitu," sambungnya. 

Untuk mendapat tanah padat tiang pancang diketahui akan melebihi 50 meter ditancapkan. Untuk konstruksi pembangunan jembatan saja membutuhkan Rp 2,7 Miliar. Sisanya untuk membangun tiang pancang dengan material yang cukup mahal. 

Meski begitu, diharapkan dengan membangun jembatan beton dapat mengurai banjir. Karena bangunan jembatan lama yang berbahan dasar kayu sangat tidak layak dengan kaki yang bisa menghambat aliran air serta kerap menumpuk sampah. 

Baca Juga: Permintaan Maaf PT Wika ke Pekerja Lokal Bontang, Akui Berkualitas sampai Beri Garansi: Saya Minta Maaf

"Ini kan perencanaan sudah dari 2014 lalu. Semoga bisa tepat waktu dan kita awasi ketat. Jangan sampai mangkrak," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait