Ya Ampun, Angka Gizi Buruk di Bontang Capai 21,68 Persen, Ternyata Ini 3 Penyebab Utamanya

Pemkot akan melakukan konsen di 5 kelurahan.

Denada S Putri
Jum'at, 26 Agustus 2022 | 20:18 WIB
Ya Ampun, Angka Gizi Buruk di Bontang Capai 21,68 Persen, Ternyata Ini 3 Penyebab Utamanya
Ilustrasi, anak penderita gizi buruk terbaring di kamarnya. [ANTARA]

SuaraKaltim.id - Jumlah balita tumbuh  pendek atau stunting di Bontang sebanyak 310 anak tahun ini. Pemerintah Kota Bontang mencatat tingkat persentase stunting  mencapai 21,68 persen per Juni 2022.

Angka itu diperoleh dari jumlah bayi dua tahun yang ditimbang melalui masing-masing posyandu di Bontang. 

Catatan terakhir target 100 persen penimbangan bayi di bawah dua tahun. Tetapi yang berhasil ditimbang hanya 22,56 persen atau 1.430 bayi. Data itu bersifat sementara karena masih belum banyak catatan yang terinput di sistem. 

Staf Ahli bidang Pemerintahan dan Hukum Sekretariat Daerah Bontang, Sigit Alfian di dalam sambutannya mengatakan, saat ini harus berbenah menurunkan angka stunting. 

Baca Juga:Mulai Jenjang SMA Sederajat hingga Sarjana, 4 Perusahaan Ini Buka Loker Khusus Bontang

Target di 2024 angka yang harus dicapai ialah 14 Persen. Untuk diketahui penyebab stunting terjadi mencakup 3 hal. Pertama rendahnya pola asuh yang tepat dan benar, kedua kurangnya perhatian pola makan dan gizi seimbang sejak masa kehamilan. Ketiga, akses air bersih dan sanitasi yang higienis. 

"Artinya, Pemkot Bontang harus benar-benar konsen untuk menurunkan tingkat stunting. Bagaimana di 2024 mendatang penurunan stunting bisa tercapai," katanya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Jumat (26/8/2022). 

Melihat angka yang kian meningkat, pada 2022 ini, Pemkot akan melakukan konsen di 5 kelurahan yang angka stuntingnya cukup tinggi. Di antaranya Lok Tuan, Berbas Pantai, Berbas Tengah, Kelurahan Api-Api dan Kelurahan Gunung Elai.

Di satu sisi pencegahan stunting harus mulai dilakukan sejak ibu mengandung. Utamanya pada 1000 hari pertama usia kandungan.

Dengan begitu, perlu adanya suplai vitamin khusus ibu hamil. Jauh sebelum itu juga harus meningkatkan perhatian kepada tumbuh kembang perempuan dewasa.

Baca Juga:5 Manfaat Ikan Gabus yang Tinggi Protein

"Makanya dalam pencegahan stunting ini tidak hanya Pemkot Bontang saja yang memiliki peran utama. Masyarakat, lembaga masyarakat, hingga corporate social responsibility (CSR) dibutuhkan untuk menuntaskan masalah stunting," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini