Persoalan ini mereka sebut dengan istilah "berharian", yaitu menyelesaikan suatu pekerjaan bersama-sama demi kepentingan anggota masyarakat dan kepentingan adat yang berlaku dalam melaksanakan hidup bersama.
2. Kematian
Jika ada orang yang meninggal dunia, bunyilah gong dengan irama tersendiri, yang menunjukkan bahwa salah satu keluarga mendapat kesusahan atau kematian.
Irama gong yang berbunyi itu sekaligus mengingatkan mereka akan tugas yang akan dibebankan oleh adat kepada mereka untuk membantu dan melaksanakan adat kematian.
Baca Juga:Kondisi Geografis Suku Dayak Bahau, Dari Penyebaran Suku Hingga Mata Pencahariannya
Contohnya tugas-tugas itu adalah ada anggota masyarakat yang memberi beras, bersama-sama membuat lungun atau peti mati, dan sebagainya.
3. Erau adat
Dalam melaksanakan erau adat, tampaklah dalam masyarakat suku-suku ini suatu kerja sama yang baik antara Kepala Adat dan anggota masyarakat.
Hal ini tampak jelas dalam perbuatan pendopo erau atau tempat mengadakan sajian kepada para dewa dan para arwah nenek-moyang atas kematian ketaatan terhadap adat dan rasa kesatuan untuk menjunjung tinggi para arwah dan nenek moyang mereka.
Kontributor : Maliana
Baca Juga:Ada Bangsawan dan Rakyat Biasa, Begini Pembagian Kasta Masyarakat Dayak Tunjung di Masa Lalu