Pj Gubernur Kaltim Janjikan Listrik PLN untuk Dukung Usaha Kerajinan Rotan di Teluk Sumbang

Jika listrik tersedia, mesin pengolah rotan bisa digunakan.

Denada S Putri
Minggu, 26 Mei 2024 | 13:00 WIB
Pj Gubernur Kaltim Janjikan Listrik PLN untuk Dukung Usaha Kerajinan Rotan di Teluk Sumbang
Teluk Sumbang, Berau. [Ist]

SuaraKaltim.id - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik menjanjikan bantuan sambungan listrik bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Pesisir Kabupaten Berau, terutama di wilayah Teluk Sumbang.

Akmal Malik berharap, sambungan listrik tersebut diharapkan bisa mendukung usaha kerajinan masyarakat Teluk Sumbang, yakni membuat anyaman rotan berupa anjat dan tas rotan.

Ia juga berjanji akan membantu penyediaan listrik di kampung berpenduduk 800 jiwa dari 5 RT tersebut.

"Kita akan prioritaskan usulan desa berlistrik ke PLN untuk Kampung Teluk Sumbang," kata Akmal Malik di Balai Pertemuan Umum (BPU) Teluk Sumbang saat berdialog dengan warga setempat, dikutip dari ANTARA, Minggu (26/05/2024).

Baca Juga:6 Kg Sabu Gagal Beredar di Berau, 2 Kurir Ditangkap Polisi Usai Drama Kejar-kejaran

Ketersediaan listrik PLN akan membantu usaha kerajinan anyaman yang dikelola ibu-ibu kampung setempat. Selama ini, anyaman tas rotan jenis anjat dan lainnya baru bisa diselesaikan dalam waktu hampir satu bulan.

Mulai dari mengolah rotan yang baru diambil dari hutan sekitar mereka, memecah, memilah dan menghaluskannya menjadi bahan pembuat anjat, khas suku Dayak Basap. Anjat ukuran sedang yang sudah jadi seharga Rp 200 ribu.

Pengrajin anyaman rotan Kampung Teluk Sumbang sebenarnya telah mendapatkan bantuan dari Pemprov Kaltim melalui Disperindagkop dan UKM berupa mesin pengolah rotan dan kompresor pada 2023. Tapi, sayang mesin pengolah rotan itu belum bisa digunakan karena ketiadaan listrik pendukung.

"Bantuan ini seperti kita membantu perahu, tapi tidak ada sungainya. Tidak bisa digunakan. Makanya, listrik ini harus prioritas agar mesin bisa segera digunakan," tegas Akmal.

Jika listrik tersedia, mesin pengolah rotan bisa digunakan. Dengan begitu, sebuah tas rotan atau anjat bisa diproduksi lebih banyak dengan waktu yang lebih singkat hanya sekitar tiga hari. Warga pun lebih aman, karena tidak lagi menggunakan pisau tajam untuk menghaluskan rotan.

Baca Juga:Inflasi Berau Tembus 3,62%, Tertinggi di Kaltim, DPRD Tuntut Solusi Nyata

"Keuntungan kita, seni budaya tetap terjaga dan produktivitas warga jauh meningkat," ujar Akmal.

Pada momen itu Pj Gubernur Akmal Malik memborong beberapa tas rotan dan anjat, kemudian membagikan kepada beberapa wartawan dan pegiat media sosial yang ikut serta dalam kunjungan kerja tersebut.

Akmal Malik juga memberikan sejumlah uang pribadi kepada Marta, warga Teluk Sumbang berusia 106 tahun yang masih aktif menjadi pengrajin rotan di desa itu.

"Nenek Marta ini punya kontribusi besar dalam pelestarian kerajinan khas suku Dayak Basap di Teluk Sumbang. Ini patut kita apresiasi," ucap Akmal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini