Daya Beli Petani Kaltim Menguat, NTP Capai 148,98 pada Oktober 2025

Yusniar menegaskan, NTP bukan hanya menggambarkan kondisi pendapatan petani, tetapi juga kekuatan ekonomi rumah tangga desa dalam bertransaksi.

Denada S Putri
Kamis, 06 November 2025 | 17:34 WIB
Daya Beli Petani Kaltim Menguat, NTP Capai 148,98 pada Oktober 2025
Ilustrasi pertanian berkelanjutan.(Pexels/Lokman Hossain)
Baca 10 detik
  • NTP Kaltim naik menjadi 148,98 pada Oktober 2025, menunjukkan kesejahteraan dan daya beli petani tetap kuat karena pendapatan lebih tinggi dibanding biaya pengeluaran.

  • Kenaikan terutama didorong subsektor perkebunan rakyat dengan NTP tertinggi 213,40, sementara subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan mengalami penurunan.

  • NTUP juga meningkat menjadi 154,67, menegaskan penguatan ekonomi rumah tangga petani berdasarkan pemantauan harga di enam kabupaten sentra pertanian.

SuaraKaltim.id - Tingkat kesejahteraan petani di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan tren positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2025 mencapai 148,98, atau naik 1,70 persen dibanding bulan sebelumnya.

Angka tersebut menempatkan petani Kaltim jauh di atas garis keseimbangan 100, yang menandakan daya beli dan pendapatan petani relatif lebih baik daripada pengeluaran mereka.

Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya harga jual hasil pertanian, sementara biaya konsumsi dan produksi hanya mengalami kenaikan minimal.

Baca Juga:Ulah KPC, Kutim Terancam Stagnasi Ekonomi Pasca Tambang

Hal itu disampaikan Yusniar saat berada di Samarinda, Kamis, 6 November 2025.

"Kenaikan NTP disebabkan naiknya indeks harga hasil produksi pertanian 1,76 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani berupa barang dan jasa yang dikonsumsi dan untuk biaya produksi maupun penambahan modal hanya naik 0,06 persen," kata Yusniar disadur dari ANTARA, di hari yang sama.

Kenaikan NTP Kaltim merupakan akumulasi dari lima subsektor.

Di antaranya, subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat performa paling menonjol dengan NTP sebesar 213,40, menjadi motor pendorong utama peningkatan daya beli petani.

Subsektor perikanan juga ikut terkerek dengan kenaikan 0,68 persen.

Baca Juga:TPK Hotel Meningkat, Sinyal Pemulihan Ekonomi Kaltim Menguat

Sebaliknya, tiga subsektor lainnya justru mengalami tekanan, yakni tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan—yang masing-masing menunjukkan penurunan indeks pada periode laporan.

Yusniar menegaskan, NTP bukan hanya menggambarkan kondisi pendapatan petani, tetapi juga kekuatan ekonomi rumah tangga desa dalam bertransaksi.

"NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat daya beli petani," ujarnya.

Sejalan dengan tren tersebut, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga meningkat menjadi 154,67 atau naik 1,45 persen dari bulan sebelumnya.

Data ini dihimpun dari pemantauan harga-harga di enam kabupaten sentra pertanian, yaitu Paser, Kutai Barat (Kubar), Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Timur (Kutim), Berau, dan Penajam Paser Utara (PPU).

Dengan capaian ini, subsektor perkebunan kembali menegaskan posisinya sebagai roda penggerak ekonomi perdesaan Kaltim, sekaligus menandai penguatan daya beli petani di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini