SuaraKaltim.id - Temuan kasus tuberkulosis (TBC) di Benua Etam mencapai angka 811 orang pada Januari kemarin. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Diskes Kaltim), Jaya Mualimin.
"Setelah kasus TBC ditemukan, kami langsung melakukan pengobatan dengan obat-obatan khusus TBC dan melakukan evaluasi untuk memastikan pasien dapat sembuh sepenuhnya," ujarnya, disadur dari ANTARA, Kamis (29/02/2024).
Dikemukakannya, dengan target penemuan kasus bulanan sebanyak 1.808, maka temuan kasus TBC di Januari 2024 menunjukkan bahwa masih ada perjuangan panjang yang harus dilalui.
Menurutnya, daerah-daerah yang berisiko tinggi terhadap penyebaran TBC, berada di wilayah dengan penduduk padat, seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara (Kukar). Sementara wilayah dengan kasus terendah terletak di Kabupaten Mahakam Ulu dan Kutai Barat.
"Dari total kasus yang tercatat di awal tahun, 786 pasien telah menjalani pengobatan, dengan 134 di antaranya dinyatakan sembuh, Ini menandakan tingkat keberhasilan pengobatan (treatment success rate) saat ini berada pada angka 77,5 persen, sementara meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 74 persen," katanya.
Dijelaskan Jaya, faktor risiko TBC di masyarakat antara lain adalah kondisi lingkungan yang lembab dan kurang sehat, serta rendahnya kekebalan tubuh yang bisa muncul akibat penyakit lain seperti HIV atau malnutrisi.
Untuk menekan angka kasus TBC, Diskes Kaltim terus melakukan sinergi lintas dinas. Seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal itu mengingat Indonesia merupakan negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia setelah India.
"Pemerintah daerah akan mengusulkan agar penurunan angka TBC dan peningkatan cakupan pengobatan menjadi indikator pembangunan daerah," imbuh Jaya.
Diskes Kaltim berkomitmen untuk meningkatkan akses pengobatan dan memastikan bahwa setiap kasus TBC dapat ditangani dengan baik, sebagai bagian dari upaya global untuk mengakhiri TBC.
Baca Juga: 9 Petani IKN Ditahan di Polda Kaltim, Terancam Pasal 335 KUHP dan UU Darurat
Ia menambahkan, penguatan jejaring dan keterlibatan lintas sektor, program, swasta, dan pemerintah juga dilakukan melalui pembentukan KOPI TB Provinsi di tahun 2019, dan pembentukan District Public Private Mix (DPPM) di sepuluh kabupaten/kota.
"Kami juga melakukan kegiatan penemuan aktif TB di populasi berisiko seperti Rutan/Lapas, kontak erat kasus TB yang dilakukan secara rutin dengan keterlibatan LSM dan peran serta masyarakat," tuturnya.
Jaya berharap, dengan upaya-upaya tersebut, penemuan dan pengobatan kasus TBC di Kaltim dapat meningkat dan mencapai target nasional maupun global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
37 Orang Diamankan Terkait Pencurian Kabel Telkom di Samarinda, 4 Ditetapkan Tersangka
-
Karhutla 20 Hektare di Samarinda, Api Tinggal 20 Meter dari Asrama Yonzipur
-
Karhutla Kaltim Tembus 9.500 Hektare dalam 3 Bulan, Kabut Asap Masih Mengancam
-
Karhutla Kalimantan: Polri Terjunkan 200 Brimob, 10 Anggota Bareskrim ke Kaltim-Kalteng
-
Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut