SuaraKaltim.id - Gelaran Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X tahun 2025 di Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan kembali pentingnya peran keluarga dalam pembangunan nasional.
Ratusan kader dari berbagai daerah berkumpul bukan hanya untuk merayakan, tetapi juga untuk menyusun arah baru gerakan PKK sebagai ujung tombak perubahan sosial.
Dalam sambutannya, Ribka Haluk, Pembimbing TP PKK Pusat, menggarisbawahi bahwa PKK bukan sekadar organisasi sosial, melainkan instrumen strategis dalam pemerintahan.
Dia menekankan bahwa keberadaan PKK telah menjadi kanal penting dalam menjangkau masyarakat secara langsung dan menyampaikan berbagai program prioritas negara.
“Gerakan PKK memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah menjangkau masyarakat secara langsung, khususnya dalam isu-isu prioritas seperti kemiskinan ekstrem, ketahanan keluarga, hingga transformasi digital,” ujar Ribka Haluk.
Ribka juga menegaskan bahwa landasan regulasi seperti Perpres 99 Tahun 2017 dan Permendagri No. 36 Tahun 2020 menjadi bukti konkret bahwa pemerintah pusat telah memberi tempat penting bagi PKK dalam sistem pembangunan daerah.
Selain itu, arahan dalam penyusunan APBD juga konsisten mengakomodasi dukungan terhadap kegiatan PKK.
PKK kini dikaitkan erat dengan arah kebijakan besar pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ribka menyebut, pembangunan sumber daya manusia melalui bidang sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga.
Baca Juga: Bukan Tanpa Alasan, DPRD Kaltim Ungkap Kendala Realisasi Gratispol
“PKK bukan hanya pelengkap kebijakan, tetapi justru berada di garis terdepan dalam mengimplementasikan berbagai agenda nasional,” tegasnya.
Dalam Rakernas kali ini, pembahasan mencakup penguatan kelembagaan PKK melalui regenerasi kader dan pelatihan teknologi.
Digitalisasi dianggap sebagai langkah penting untuk mempercepat koordinasi dan efektivitas pelaksanaan program hingga ke tingkat desa.
Selain peran internal, sinergi eksternal juga menjadi poin penting. Ribka menyerukan keterlibatan berbagai pihak—mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga media dan LSM—untuk memperkuat gerakan PKK sebagai kekuatan pembangunan kolektif dari bawah.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program pusat, tapi oleh partisipasi masyarakat. PKK adalah bukti nyata bahwa pemberdayaan dari bawah bisa menjadi pendorong utama pembangunan nasional,” tutur Ribka.
Sementara itu, Selvi Ananda Gibran, istri Wakil Presiden sekaligus Pelindung TP PKK Pusat, turut memberikan apresiasi terhadap semangat dan dedikasi para kader PKK yang hadir di Kaltim.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur
-
33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi
-
BKSDA Kaltim Selidiki Kemunculan Orang Utan di Jalan Raya Bengalon Kutim
-
Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif
-
Kisah Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Bawa Cita Rasa Bubur Cirebon ke Taipei