SuaraKaltim.id - Upaya keluarga korban dalam menuntut keadilan bagi NJ, anak perempuan yang diduga menjadi korban penganiayaan di salah satu panti asuhan di Samarinda, terus berlanjut.
Kali ini, hasil visum ulang yang dilakukan di RS Dirgahayu pada 17 Juli 2025 membuka temuan penting yang berbeda dari visum awal.
Wali korban bersama kuasa hukumnya, Titus Tibayan Pakalla, mengungkap hasil pemeriksaan forensik terbaru itu kepada publik.
Dalam keterangannya, Titus menyebut visum kedua menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik yang sebelumnya tidak terdeteksi secara gamblang dalam visum pertama.
Hal itu disampaikan Titus, Sabtu, 26 Juli 2025.
"Untuk hasil visum ulang ini, kami dikirimkan oleh Polsek Sungai Pinang dengan hasil kesimpulan visum bahwa ada ditemukan satu luka di kepala dan satu benjolan, satu buah luka robek di selaput dara. Luka tersebut diakibatkan karena ada persentuhan tumpul," ucap Titus, disadur dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Minggu, 27 Juli 2025.
Perbedaan mencolok antara dua hasil visum itu menguatkan dugaan keluarga bahwa kasus NJ perlu diselidiki lebih serius.
Titus menilai temuan ini membuktikan visum awal yang dilakukan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) pada 13 Mei 2025 menyisakan banyak pertanyaan.
Ia menjelaskan bahwa hasil awal hanya menyebut luka dalam proses penyembuhan, tanpa mengurai secara rinci kondisi luka pada korban.
Baca Juga: Koperasi Sekolah Diaudit, Pemkot Rancang Aturan Baru Harga Perlengkapan Siswa
Fakta tersebut menjadi alasan utama dilakukannya permintaan visum ulang.
Titus pun mendesak pihak kepolisian, khususnya Polsek Sungai Pinang, untuk segera meningkatkan status kasus ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangka.
“Kami minta ke Polsek Sungai Pinang untuk cepat menekan proses penyelidikan ke penyidikan karena sudah ada hasil visum. Kami juga meminta agar semua personel panti tersebut dipanggil kembali untuk dimintai keterangan dan cepat untuk ditetapkan tersangka,” tegasnya.
Sementara itu, wali korban, Reni Lestari, menyampaikan kesaksiannya saat mendampingi NJ dalam proses visum ulang di RS Dirgahayu.
Ia mengaku menyaksikan langsung pemeriksaan menyeluruh oleh dokter forensik.
“Saya mengantar putri saya di RS Dirgahayu, ditangani oleh dokter forensik dan saya menyaksikan sendiri proses beliau memeriksa anak saya dari ujung kepala sampai ujung kaki, lengkap sampai ke area sensitif. Ada hal yang saya tidak tega untuk menyebutnya, tapi saya tidak bisa terima perbuatan orang-orang terhadap putri saya itu,” ujar Reni.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Indonesia dari Dekat, BRI inFrame 2026 Rekam Kisah Ekonomi Kerakyatan
-
Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%
-
254 Penerbangan di Kalimantan Terganggu Akibat Kabut Asap Karhutla
-
Karhutla Kaltim: Hotspot Naik 2 Kali Lipat, Asap Berasal dari Kebakaran Lokal
-
Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi