-
YJI Kaltim menegaskan penyakit jantung kini banyak menyerang usia produktif, dipicu pola hidup tidak sehat dan minim aktivitas, sehingga pencegahan harus dimulai sejak dini.
-
Pembentukan Klub Jantung Remaja akan diperluas hingga tingkat kecamatan dan desa sebagai wadah edukasi, pendampingan gaya hidup sehat, dan kampanye anti-rokok bagi generasi muda.
YJI juga mendorong pemeriksaan jantung dini serta membantu pasien dari keluarga tidak mampu, sambil mengajak lebih banyak pihak berpartisipasi dalam dukungan dan donasi.
SuaraKaltim.id - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kalimantan Timur (Kaltim) menguatkan pesan bahwa penyakit jantung kini bukan lagi persoalan usia lanjut.
Melalui tema “Don’t Miss A Beat” yang dipusatkan di Islamic Center Samarinda, Minggu 9 November 2025, YJI menekankan pentingnya gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan sejak dini.
Rangkaian kegiatan meliputi senam jantung sehat, bakti sosial, hingga talkshow edukatif yang menyoroti tren meningkatnya penyakit jantung di kalangan produktif. Sekretaris YJI Kaltim, Moh. Jauhar Efendi, menyebut perubahan gaya hidup menjadi faktor utama.
Hal itu ia sampaikan saat jumpa pers di Diskominfo Kaltim, Jumat, 7 November 2025.
“Sekarang yang terkena penyakit jantung itu bukan hanya orang tua, tapi juga anak muda. Ini akibat pola hidup yang tidak sehat, kurang gerak, dan pola makan yang tidak seimbang. Sekarang pesan makanan cukup dari kamar, datang tinggal ambil. Akhirnya tubuh jarang bergerak,” ujarnya dikutip Sabtu, 8 November 2025.
Merespons kondisi tersebut, YJI Kaltim merencanakan pembentukan Klub Jantung Remaja hingga tingkat kecamatan dan desa
Program ini disiapkan sebagai wadah pelatihan, kampanye rutin, serta pendampingan gaya hidup sehat bagi anak muda.
“Kami ingin mereka sadar bahwa sehat itu harus dijaga. Mulai dari seimbang gizi, tidak merokok, hingga menghindari stres,” jelas Jauhar.
Ia turut menegaskan pentingnya komitmen pribadi dalam menjaga kesehatan, termasuk berhenti merokok.
Baca Juga: Administrasi Belum Lengkap, Pencairan UKT Gratispol Berpotensi Mundur
Jauhar mencontohkan perubahan pada almarhum Irianto Habibie, mantan Ketua YJI Kaltim.
“Saya tahu betul beliau dulu perokok berat. Tapi begitu memutuskan berhenti, ya berhenti. Tidak pakai permen atau pengganti lain. Tekad itu penting. Rokok itu sudah jelas tulisannya, bisa membunuhmu. Tapi orang masih mau bayar untuk membunuh dirinya sendiri,” tegasnya.
Data BPS Kaltim 2024 mencatat penyakit jantung berada dalam lima besar penyebab kematian tertinggi, dengan kenaikan kasus sekitar 12 persen dan kecenderungan menyerang kelompok usia produktif.
Karena itu, YJI terus mendorong pemeriksaan dini dan edukasi publik.
“Kita ingin masyarakat jangan takut memeriksakan diri. Sekarang banyak kasus jantung bawaan yang bisa terdeteksi sejak dini,” kata Sugeng, Ketua Panitia HUT Ke-44.
YJI juga memfasilitasi pasien anak dengan kelainan jantung bawaan, terutama dari keluarga tidak mampu, melalui rekomendasi bantuan ke YJI Pusat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Rumah Sakit Baru di Samarinda Ini Siapkan Teknologi Baca DNA
-
BRI Dukung Penempatan Dana SAL, Perkuat Likuiditas dan Kredit Produktif
-
UNU Kaltim Bangun Kampus Berdampak Lewat Penguatan Publikasi Ilmiah
-
Bangunan Miring dan Plafon Pernah Runtuh, SDN 002 Anggana Butuh Perhatian Pemerintah
-
ASN di Samarinda Tewas Dalam Kamar Kosnya, Sempat Mengeluh Telepon Istri