Saat di Jakarta, Firza mulai aktif sebagai ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC). Firza memilih nama Sahabat Cendana karena dirinya sangat mengagumi mendiang Presiden Soeharto.
Kemudian pada 3 April 2016, Yayasan SSC beserta Firza berziarah ke makam Presiden ke-2 RI tersebut yang berlokasi di Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah.
Pada 1 Mei 2016, Yayasan SSC memberikan bantuan berupa sembako dan dukungan moral untuk ratusan warga Luar Batang, Pasar Ikan, Jakarta Utara yang menjadi korban penggusuran. Firza dan organisasinya juga memiliki keinginan yang tinggi untuk mewujudkan lagi projek-projek Soeharto yang dulu, seperti swasembada pangan dan nelayan makmur.
Kasus Firza Husein
Baca Juga:Bagikan Video Makian HRS, Nikita Mirzani Beri Pesan Menohok
Tommy Soeharto, selaku anak Soeharto, memberikan somasi kepada Firza Husein karena dianggap telah mencatut nama Cendana dalam yayasan yang dipimpinnya. Hal tersebut dianggap telah merugikan nama baik dan kepentingan putra mantan presiden Soeharto tersebut.
Selain itu, nama Firza juga mulai muncul ke media bersamaan Aksi Damai 212 yang digelar oleh umat Islam, pada tanggal 2 Desember 2016. Aksi tersebut menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk ditahan karena penistaan agama.
Pagi hari sebelum aksi tersebut berjalan, polisi menangkap 10 aktivis di antaranya adalah Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri, Ahmad Dhani, dan termasuk Firza Husein.
Polisi menyita handphone milik Firza, lalu identitas Firza mulai terbuka dan diketahui publik. Kabarnya, Firza pernah beberapa kali ikut pengajian di tempat Habib Rizieq Shihab.
Firza pun semakin tenar saat dirinya dikaitkan dengan pentolan FPI itu. Bukan soal pengajiannya, tapi soal dugaan skandalnya.
Baca Juga:Nikita Mirzani Galang Dana Tes DNA Habib Rizieq, Ini Silsilah Keturunan HRS
Pada awal tahun 2017, tersebar screenshot chat WhatsApp dan foto mesum antara Firza Husein dengan Habib Rizieq Shihab. Namun Firza telah membantah semua tuduhan tersebut.