facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pelatihan Diberikan ke Warga Kecamatan Sepaku dari Pemerintah Pusat, Tujuannya?

Denada S Putri Selasa, 11 Januari 2022 | 21:59 WIB

Pelatihan Diberikan ke Warga Kecamatan Sepaku dari Pemerintah Pusat, Tujuannya?
Lokasi calon Ibu Kota Negara Indonesia yang baru di Kecamatan Sepaku, PPU. [ANTARA]

"Pemerintah pusat melakukan beberapa program pelatihan peningkatan SDM..."

SuaraKaltim.id - Pemerintah pusat memberikan pelatihan kepada warga Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Daerah tersebut memang sudah ditetapkan sebagai calon ibu kota negara di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

"Warga desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku diberikan pelatihan peningkatan SDM (sumber daya manusia)," ujar Kepala Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Ahmad Mauladin, menyadur dari ANTARA, Selasa (11/1/2022).

Pelatihan peningkatan SDM warga desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku tersebut, lanjutnya, sebagai persiapan menghadapi kepindahan IKN Indonesia. Peningkatan SDM terus digenjot pemerintah pusat dengan memberikan pelatihan terhadap SDM bagi warga lokal di wilayah IKN Indonesia yang baru.

Seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku, menerima program pelatihan peningkatan SDM yang dilakukan oleh pemerintah pusat tersebut.

Baca Juga: Sepanjang 2021, Ada 17 Kasus Kejahatan Terhadap Anak Terjadi di PPU

"Pemerintah pusat melakukan beberapa program pelatihan peningkatan SDM seperti pelatihan komputer dan pertukangan untuk warga Kecamatan Sepaku. Ada dana dari pemerintah pusat untuk pelatihan bagi warga desa dan kelurahan itu," tambahnya.

Ada 11 desa dan empat kelurahan di Kecamatan Sepaku, jelas dia, peserta pelatihan peningkatan SDM masing-masing kelurahan dan desa sebanyak 20 orang.

Diharapkan program pelatihan peningkatan SDM dari pemerintah pusat terus berlanjut dengan berbagai jenis program pelatihan.

Pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara menurut dia, disambut baik masyarakat setempat.

Namun warga juga khawatir tidak mampu bersaing dengan warga pendatang kata Ahmad Mauladin, sehingga diharapkan ada program khusus untuk penyiapan SDM lokal.

Baca Juga: Desain Istana Negara di Kaltim Sudah Ada, Pembangunan Tunggu Instruksi 'Pakde'

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait