Dikutip dari laman Kemendikbud, mereka menari saat membawa tulang tengkorak yang sudah dimasukkan ke dalam peti selimat (peti tengkorak).
Tempat menari pun biasanya dilakukan di halaman rumah atau di pekarangan yang luas.
Dalam menampilkan tari Ngerangkau tersebut, tidak ada persiapan dan latihan secara khusus karena gerak tari yang dilakukan bersifat spontanitas.
Selain itu, para penari saat tampil menari diyakini sebagai arwah dari roh para leluhur.
Baca Juga:Anies Baswedan Aman, Polda Kaltim Tangkap Terduga Pengancaman
Untuk itu, bentuk dan kualitas pertunjukan dalam tarian bukan merupakan tujuan utamanya, tetapi fungsi dan kandungan makna dari tarian itu yang lebih utama.
Saat ini, hampir semua daerah di kampung baik Tunjung maupun Benuaq masih melaksanakan ritual tersebut.
Kontributor : Maliana