Suara dari X, Kematian Pesut Mahakam dan Dampak Pembangunan IKN

Jadi, melalui database foto katalog dari sirip punggungnya, usia dari Mr. Four ini diperkirakan sekitar 25 tahun.

Denada S Putri
Minggu, 03 Maret 2024 | 11:48 WIB
Suara dari X, Kematian Pesut Mahakam dan Dampak Pembangunan IKN
Four, Pesut Mahakam yang ditemukan warga Desa Bukit Jering, Muara Kaman. [kaltimtoday.co]

SuaraKaltim.id - Beberapa waktu lalu, seekor Pesut Mahakam ditemukan tewas di Bukit Jering, Kalimantan Timur (Kaltim). Penemuan pesut Mahakam dewasa jantan yang dikenal bernama Mr. Four itu terjadi pada Minggu (25/02/2024).

Kematian hewan dengan nama latin Orcaella brevirostris ini menambah daftar panjang kabar duka dari dunia konservasi. Setelah ditemukan, Pesut Mahakam bernama Four ini identitasnya telah teridentifikasi dari sirip punggungnya dan tercatat sudah ada sejak 1999.

Jadi, melalui database foto katalog dari sirip punggungnya, usia dari Mr. Four ini diperkirakan sekitar 25 tahun. Adapun, kabar kematian dari Pesut Mahakam ini menjadi viral setelah dicuitkan oleh akun X (Twitter) dari @MongabayID.

Dalam postingannya, akun tersebut memperlihatkan sebuah foto yang menunjukkan seekor bangkai hewan mirip Pesut Mahakam sedang mengambang dalam air.

Baca Juga:Hikayat Nasib Pesut di Ujung Maut

Kemudian, di foto tersebut terdapat dua orang pria yang sedang mengukur hewan mati tersebut di dekat sebuah perahu kecil. Kematian dari Pesut Mahakam ini sontak langsung menuai perbedatan soal pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Adapun, sebuah akun menyebut bahwa pembangunan IKN ini menyebabkan habitat Pesut Mahakam tercemari limbah tambang.

"Orang-orang yang bela IKN: "ga ada efeknya pembangunan IKN dan satwa liar sekitarnya". Belom selesai dibangun aja, air tempat pesut mahakam udah tercemari limbah tambang.

Bukannya diperbaiki dan dicari solusi, ditambah lagi kerusakannya dengan bangun ibu kota," tulisnya.

Menurut cuitannya, penyebab beberapa Pesut Mahakam nyaris punah adalah karena pencemaran lingkungan, suara kapal, dan tertabrak kapal.

Baca Juga:Debut Perdana Pieter Huistra di Borneo FC, Janji Ada Perubahan untuk Pesut Etam

Ia juga menambahkan selain Pesut Mahakam, hewan lain yang mengalami kondisi sama adalah burung, orangutan, bekantan, dan macan.

Kemudian, netizen pun mencibir bahwa pembangunan IKN ini tidak ada kaitannya dengan kematian Pesut Mahakam. Hal itu karena jarak antara temuan kematian pesut mahakam itu dengan pembangunan IKN yang mencapai sekira 100 km.

Kemudian, akun yang kerap menjelaskan soal sejarah Indonesia maupun dunia di Twitter, ikut buka suara menanggapi soal cuitan viral ini.

Akun tersebut menulis bahwa dalam dalam perspektif lingkungan dan ekosistem, jarak 100 km masih sangat dekat. Jadi, meski jarak antara pembangunan IKN dengan temuan kematian pesut ini disebut jauh, tetapi dalam perspektif lingkungan, jarak tersebut sangatlah dekat.

"Dalam perspektif lingkungan dan ekosistem, 100 km itu masih dekat banget."

Dalam Sejarah, kita belajar bagaimana letusan Gunung Tambora di Sumbawa pada tahun 1815 menyebabkan hilangnya musim panas di Eropa pada tahun 1816, puluhan ribu kilometer jauhnya dari Sumbawa," kata akun @neohistoria_id.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini