Melodi Islami, Syair Kutai: Mengungkap Sejarah Tarsul

Selain membawa pengaruh agama Islam di Kerajaan Kutai Kartanegara, para pedagang Arab ini juga memiliki pengaruh dalam bidang seni.

Denada S Putri
Selasa, 21 Mei 2024 | 16:20 WIB
Melodi Islami, Syair Kutai: Mengungkap Sejarah Tarsul
Seni bertutur kata ala masyarakat Kutai, Tarsul. [Ist]

SuaraKaltim.id - Tarsul atau Tarsulan merupakan kesenian tradisional rakyat khas Kutai Kartanegara yang sudah ada dan hidup sejak agama Islam pertama kali masuk di tanah Kutai.

Seni bertutur kata melalui nyanyian ini merupakan kebutuhan budaya yang masih digunakan oleh masyarakat Kutai di acara-acara tertentu.

Lantas bagaimana sejarah dari masuknya budaya Tarsul ke Indonesia dan khususnya di daerah Kalimantan Timur?

Dikutip dari sebuah Jurnal, tradisi tarsul mulai berkembang di Kutai Kartanegara berkaitan dengan masuknya agama Islam yang dibawa dari Arab melalui pedagang Gujarat.

Baca Juga:8 Pejabat Eselon II Kutim Dilantik, Ketua DPRD Minta Inovasi Baru dan Layanan Makin Prima

Selain membawa pengaruh agama Islam di Kerajaan Kutai Kartanegara, para pedagang Arab ini juga memiliki pengaruh dalam bidang seni.

Salah satunya adalah seni yang dibawa oleh para pedagang yaitu seni sastra yang berbentuk syair.

Kemudian, pengaruh itu dibawa oleh salah satu bangsawan dari Kerajaan Kutai Kartanegara yang ingin mengaitkan budaya yang datang dengan budaya suku Kutai Kartanegara.

Oleh karena itu, lahirlah kesenian Tarsul di mana syair yang memiliki tema tertentu diberi dengan melodi yang khas.

Tarsul merupakan tradisi lisan yang sudah berkembang secara turun-temurun pada masyarakat suku Kutai.

Baca Juga:Menyibak Misteri Gua Gunung Kombeng: Kisah Penyelamatan Arca Hindu dan Situs Kerajaan Kutai

Awalnya tarsul adalah seni yang boleh dinyanyikan oleh para bangsawan Kerajaan Kutai khususnya tarsulan berkatam Al-Qur’an yang di nyanyikan oleh para penarsul.

Para penarsul dalam menyanyikan melodi dan syair tarsul dengan cara menghafal. Namun dalam perkembangannya, karena merasa kesulitan untuk menghafal, penarsul mulai menggunakan naskah yang berisi syair tarsul.

Cara penyampaiannya pun, penarsul ini membawa kertas berisi syair Tarsul dan mulai dinyanyikan.

Di sisi lain, secara etimologi, Tarsul sendiri berasal dari dua suku kata yakni Tar dan Sul. Tar sendiri memiliki arti sebuah kalimat atau bait syair yang menjadi pengantar atau permulaan.

Kemudian Sul ini adalah kalimat atau bait syair yang digunakan sebagai penyusul atau balasan dari Tar tadi.

Jika digabungkan, maka Tarsul merupakan sejenis pantun dengan syair bersusul yang saling berbalas-balasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini