Disdikbud Kaltim melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan bagi masa depan anak.
Selain itu, juga menyediakan berbagai bentuk bantuan, seperti beasiswa, bantuan operasional sekolah (BOS), dan bantuan transportasi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ia mengatakan pihaknya akan mengembangkan program pendidikan kesetaraan melalui Paket A, B, dan C serta program pendidikan nonformal lainnya bagi anak yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal.
"Penguatan koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Sosial, Kementerian Agama, dan lembaga masyarakat lainnya juga akan dilakukan dalam menangani permasalahan anak tidak sekolah ini," tuturnya.
Baca Juga:Pemprov Kaltim Jaga Komitmen Hijau, Belajar dari Komunitas Adat Peru di GCF-TF
Surasa optimistis dengan adanya kegiatan ini dan dukungan dari semua pihak, permasalahan anak tidak sekolah di Kaltim dapat diatasi secara bertahap.
"Kami berkomitmen untuk mewujudkan Kaltim sebagai provinsi yang ramah anak dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas," sebutnya. (Nad/ADV/Diskominfo Kaltim).