5.294 Hektare Tambak Dihidupkan Lagi, PPU Siap Pasok Pangan Laut untuk IKN

Musakkar menjelaskan bahwa proses rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Denada S Putri
Kamis, 10 Juli 2025 | 15:50 WIB
5.294 Hektare Tambak Dihidupkan Lagi, PPU Siap Pasok Pangan Laut untuk IKN
Ilustrasi tambak di IKN. [Ist]

SuaraKaltim.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengakselerasi program pemulihan tambak yang selama ini terbengkalai.

Sebanyak 5.294 hektare lahan tambak yang sebelumnya tidak terkelola dengan baik kini tengah diupayakan untuk direhabilitasi dan dioptimalkan agar kembali produktif.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab PPU dalam meningkatkan produksi ikan budidaya, yang ditargetkan naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2023, produksi mencapai sekitar 10.000 ton dan diproyeksikan menembus 11.000 ton pada 2024.

Baca Juga:Isu Prostitusi dan Judi di IKN Cuma Informasi Lama, Tegas Kepala Otorita

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perikanan Budi Daya dan Lingkungan Dinas Perikanan PPU, Musakkar Mulyadi, Rabu, 9 Juli 2025.

"Kami dorong kelompok usaha budi daya agar kembali kelola tambak yang tidak aktif," ujar Musakkar, disadur dari ANTARA, Kamis, 10 Juli 2025.

Upaya pemulihan ini tak hanya dilakukan melalui perbaikan fisik lahan, tetapi juga disokong oleh dukungan nonfisik seperti pelatihan teknis dan akses permodalan.

"Salah satunya melalui dukungan akses permodalan dan pelatihan teknis budidaya perikanan berkelanjutan," lanjutnya.

Musakkar menjelaskan bahwa proses rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Baca Juga:Konstruksi IKN Jadi Model Efisiensi Global di Konferensi Jepang

Sebelumnya, pemerintah melakukan pemetaan tambak sebagai dasar pelaksanaan program, sekaligus untuk menyalurkan bantuan secara bertahap.

"Pemetaan juga untuk salurkan bantuan bertahap kepada masyarakat budi daya perikanan tambak," ucapnya.

Lahan tambak tidak produktif tersebar di empat kecamatan: Babulu, Waru, Penajam, dan Sepaku.

Sebagian besar berada di wilayah pesisir dan masih menyimpan potensi ekonomi yang besar jika dikelola kembali secara serius.

"Banyak lahan tambak ditinggalkan karena tidak lagi menguntungkan, ada yang rusak karena tanggul jebol, abrasi pantai, dan juga akibat biaya operasional yang tinggi," jelas Musakkar.

Ia menyebutkan, dari total potensi lahan tambak air payau seluas 9.500 hektare, lebih dari separuhnya—yakni 5.294 hektare—masih terbengkalai dan menjadi prioritas dalam program pemulihan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini