Kematian Remaja di Kaltim Diduga Akibat Kekerasan, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum

Korban meninggal dunia pada Senin, 27 Oktober 2025, dini hari.

Denada S Putri
Kamis, 06 November 2025 | 19:53 WIB
Kematian Remaja di Kaltim Diduga Akibat Kekerasan, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
Ilustrasi kekerasan terhadap remaja di Kaltim. [Ist]
Baca 10 detik
  • TRC-PPA Kaltim mendampingi keluarga remaja 14 tahun yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan oleh teman sebaya, termasuk memberikan dukungan psikologis bagi orang tua korban.

  • Keluarga awalnya mengira korban meninggal karena sakit, namun setelah muncul dugaan kekerasan, TRC-PPA turut mengawal permohonan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.

  • Upaya penyelesaian damai sempat ditawarkan pihak keluarga terduga pelaku, namun keluarga korban memilih menempuh jalur hukum demi keadilan dan pencegahan kasus serupa.

SuaraKaltim.id - Kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan seorang remaja berusia 14 tahun di Kalimantan Timur (Kaltim) meninggal dunia kini mendapat pendampingan dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC-PPA) Benua Etam.

Pendampingan ini diberikan tidak hanya untuk memastikan proses hukum berjalan, tetapi juga untuk memulihkan kondisi psikologis keluarga korban yang masih terpukul.

Ketua TRC-PPA Kaltim, Rina Zainun, mengatakan bahwa kepergian anak tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya, terlebih setelah terungkap adanya indikasi kekerasan yang dilakukan oleh teman sebayanya.

“Kami akan memfasilitasi bantuan psikolog untuk orang tua korban, terutama ibunya yang masih sangat terpukul,” jelasnya, dikutip dari kaltimtoday.co--Jaringan Suara.com, Kamis, 6 November 2025.

Baca Juga:Mengokohkan Rasa, Menguatkan Budaya: Kuliner Kaltim Resmi Diakui Negara

Korban meninggal dunia pada Senin, 27 Oktober 2025, dini hari.

Pada awalnya, keluarga tidak mencurigai adanya tindak kekerasan dan mengira kematian disebabkan penyakit.

Namun setelah muncul informasi baru terkait dugaan penganiayaan, keluarga meminta pengusutan lanjutan.

TRC-PPA Kaltim pun turut mengawal permohonan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.

“Kami juga bantu memfasilitasi proses pengajuan autopsi, karena pada saat meninggal, keluarga tidak curiga adanya tindak kekerasan, sehingga tidak dilakukan visum,” terangnya.

Baca Juga:Produksi Padi Kaltim Diproyeksikan Naik 9 Persen pada 2025

Sebelum laporan diajukan, sempat berlangsung pertemuan yang mempertemukan orangtua korban, orangtua pelaku, serta saksi, difasilitasi pihak lingkungan setempat.

Menurut informasi yang diterima TRC-PPA Kaltim, pihak keluarga anak yang diduga sebagai pelaku sempat mengusulkan penyelesaian secara damai.

Namun, keluarga korban memilih untuk melanjutkan proses hukum agar kejadian serupa tidak terulang dan memperoleh keadilan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini