Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Senin, 29 Januari 2024 | 15:33 WIB
Villa Annie yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Samarinda [Suara.com/Antara]

SuaraKaltim.id - Di jantung Kota Samarinda, terselip sebuah permata arsitektur yang menjadi saksi bisu perjalanan waktu. Villa Annie. Itulah nama bangunan tua asli dan terawat sejak era penjajahan Belanda.

Nama Villa Annie terpampang pada tulisan timbul di bagian atas rumah. Bangunan bersejarah ini berdiri kokoh dengan pesona etnik Kutai-Banjar yang tak lekang oleh zaman.

Seolah melintasi lorong waktu, Villa Annie mengajak untuk menyelami kisah-kisah masa silam yang terukir di setiap sudutnya. Rumah ini dibangun pada awal tahun 1897 oleh Edward, anak tertua dari Major HK Lim, seorang keturunan Tionghoa Dayak Barito yang berasal dari Banjarmasin, seorang Assistent Resident Belanda yang dimandatkan bertugas di Samarinda, Kalimantan Timur.

Bangunan Villa Annie yang langsung berhadapan dengan Sungai Mahakam itu terinspirasi dari nama istri Edward, Annie. Rumah ini kemudian dibeli oleh Anwar Lo Beng Long, ipar Edward, pada tahun 1921. Anwar adalah seorang pengusaha yang menikahi adik Edward, Dorinawatie Helena Louise.

Baca Juga: TNI Kerahkan Alustsista dan Personel Distribusi Logistik Pemilu 2024

Begitu memasuki halaman, Villa Annie yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso Samarinda, pengunjung disambut oleh taman yang asri dengan aneka pepohonan dan bunga yang menyejukkan mata. Di tengah taman, kolam ikan berbentuk heksagonal yang dinaungi bangunan atap sirap itu menjadi pusat perhatian.

Langkah kaki kemudian menuntun pewarta menuju rumah bergaya Kutai-Banjar dengan warna khas bangunan kuno, yang dominan hijau dan kuning gading, kental dengan nuansa kayu ulin. Pintu dan jendela rumah masih mempertahankan keaslian, dihiasi dengan ukiran-ukiran khas Kalimantan yang memesona.

Di dalam rumah, ruang tamu dan ruang keluarga dilengkapi dengan perabotan antik yang bercerita tentang masa lalu. Kursi kayu yang kokoh, tempat di mana Anwar Lo Beng Long, Sultan Parikesit, dan rekannya sering duduk bersama, kala itu. Kemudian meja yang sarat kenangan, guci antik, hingga lemari yang menyimpan kisah-kisah keluarga, semuanya seakan berbisik tentang kehidupan yang pernah mewarnai Villa Annie.

Sosok hebat

Tak hanya arsitektur dan interiornya yang antik, Villa Annie juga menyimpan kisah menarik tentang pemiliknya, Anwar Lo Beng Long. Seorang pria keturunan Tionghoa Guangdong bercampur darah Kutai yang dikenal sebagai penangkar anggrek ternama di Kalimantan Timur.

Lebih dari sekadar rumah, Villa Annie adalah sebuah mozaik sejarah yang menyimpan banyak cerita. Di tempat inilah para pejabat Kesultanan Kutai, pejabat kepala daerah, hingga Gubernur Kalimantan Timur pernah kongkow dan berdiskusi tentang berbagai isu penting pada masanya.

Kesuksesan Anwar Lo Beng Long sebagai pengusaha tak lepas dari darah bisnis yang diturunkan ayahnya, Loa A Po.

Baca Juga: Keunikan Anggrek Hitam, Tanaman Langka yang Jadi Maskot Flora Kalimantan Timur

"Loa A Po merupakan mitra bisnis yang kuat pada kerabat Kesultanan Kutai, dari Sultan Sulaiman sampai ke Sultan Alimuddin. Ia seorang pengusaha Tionghoa Suku Guangdong yang eksis membangun Kalimantan, diteruskan Lo Beng Long pada era Sultan AM Parikesit," cerita Iwan Lolang, cucu Anwar Lo Beng Long, generasi keempat yang mendiami Villa Annie.

Load More