alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Baik Untuk Bayi, Ini 7 Manfaat Luar Biasa Jambu Biji

Risna Halidi | Luthfi Khairul Fikri Sabtu, 24 Oktober 2020 | 11:15 WIB

Baik Untuk Bayi, Ini 7 Manfaat Luar Biasa Jambu Biji

Berikut ini deretan manfaat kesehatan jambu biji untuk bayi.

SuaraKaltim.id - Jambu biji adalah buah paling umum dan mudah dijumpai di Indonesia. Buah berbiji banyak ini kaya akan mineral dan vitamin.

Namun, selalu ada keraguan apakah jambu biji baik untuk bayi karena buahnya yang keras dan padat?

Tenang saja, bayi tetap dapat menikmati jambu biji dan mendapatkan manfaatnya. Kuncinya adalah memperkenalkan makanan secara perlahan.

Hal yang bisa orangtua lakukan saat hendak memperkenalkan jambu biji adalah potong jambu biji, lalu cuci dan masak dengan air mendidih.

Setelah matang dan empuk. dinginkan lalu haluskan jambu biji sambil saring semua bijinya. Saat anak disuapi jambi biji, orangtua perlu amati apakah si buah hati nyaman atau tidak.

Cukup konsumsi jambu biji dua kali seminggu karena sifat asam pada buah ini dapat menyebabkan ruam popok pada bayi. Berikut ini manfaat kesehatan jambu biji untuk bayi seperti yang dikutip dari Boldsky.

1. Membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi
Jambu biji mengandung vitamin C yang penting untuk fungsi kekebalan, pertumbuhan, dan regenerasi sel pada bayi. Jambu biji mengandung vitamin C empat kali lebih banyak dari pada jeruk lho.

2. Membantu perkembangan sistem saraf bayi
Jambu biji memiliki kadar asam folat yang berguna bagi bayi untuk membantu mencegah beberapa cacat lahir terkait otak dan tulang belakang seperti anencephaly. Ini sangat membantu pertumbuhan sistem saraf dan peredaran darah pada bayi.

3. Bermanfaat untuk kesehatan mata bayi
Jambu biji kaya akan vitamin A, yang sangat penting untuk penglihatan yang baik. Kekurangan vitamin A pada bayi dapat menyebabkan xerophthalmia.

4. Mencegah kanker.
Sifat antioksidan jambu biji membantu mencegah bayi dari risiko kanker. Ini juga membantu mencegah mereka dari penyakit yang disebabkan ROS seperti Alzheimer dan Parkinson dan gangguan lain seperti hiperoksia dan peradangan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait