alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kabarkan Kepulangannya, Media Jerman Sebut Rizieq: Si Pengkhotbah Kebencian

Fitri Asta Pramesti | Chyntia Sami Bhayangkara Minggu, 22 November 2020 | 07:00 WIB

Kabarkan Kepulangannya, Media Jerman Sebut Rizieq: Si Pengkhotbah Kebencian
Media Jerman beritakan kepulangan Rizieq si Pengkhotbah Kebencian (Sueddeutsche.de)

Media Jerman menerbitkan artikel berjudul 'Die Rckkehr des Hasspredigers' atau 'Kembalinya Si Pengkhotbah Kebencian'.

SuaraKaltim.id - Media Süddeutsche Zeitung yang berbasis di Jerman turut mengabarkan berita kepulangan imam besar FPI Rizieq Shihab ke tanah air. 

Dalam artikel yang terbitkan pada 19 November 2020 itu,  Süddeutsche Zeitung menyebut Rizieq sebagai pengkhotbah kebencian.

Dialihbahasakan dari Sueddeutsche.de, Sabtu (21/11/2020), berita itu diberi judul 'Die Rückkehr des Hasspredigers' atau 'Kembalinya Si Pengkhotbah Kebencian'.

Pada alinea pertama artikel, dilaporkan Rizieq sebagai seorang pemuka agama Islam yang kontroversial menyerukan 'revolusi moral'.

"Solche Worte aus dem Munde Rizieqs werden in liberalen und säkularen Kreisen Indonesiens kaum als Heilsversprechen verstanden. Vielmehr klingen sie wie eine Drohung."

"Kata-kata yang keluar dari mulut Rizieq hampir tidak dipahami sebagai janji keselamatan di kalangan liberal dan sekuler di Indonesia. Sebaliknya, mereka terdengar seperti ancaman."

Media Jerman beritakan kepulangan Rizieq si Pengkhotbah Kebencian (Sueddeutsche.de)
Media Jerman beritakan kepulangan Rizieq si Pengkhotbah Kebencian (Sueddeutsche.de)

Dalam artikel tersebut, dilaporkan Rizieq menggelar acara besar peringatan Maulid Nabi sekaligus pesta pernikahan putrinya yang dihadiri sekitar 10 ribu tamu undangan.

Padahal, Indonesia masih berjuang mengendalikan peningkatan jumlah infeksi Covid-19.

Mengutip dari Australian Lowy Institute, kepulangan Rizieq ke Indonesia merupakan manifestasi dari upaya pasukan Islam memposisikan diri pada Pemilu 2024.

"Wie das australische Lowy Institute schreibt, manifestiert sich in der Rückkehr Rizieqs der Versuch islamistischer Kräfte, sich rechtzeitig für die Wahlen 2024 in Position zu bringen."

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait