Pemkot Bontang Diminta Pangkas Perjalanan Dinas untuk Anggaran Penanganan Banjir, Siap?

"Kita belum, memprediksi kapan pandemi ini akan usai."

Denada S Putri
Selasa, 21 Desember 2021 | 18:22 WIB
Pemkot Bontang Diminta Pangkas Perjalanan Dinas untuk Anggaran Penanganan Banjir, Siap?
Wali Kota Bontang Basri Rase menemani perwakilan dari Kementerian PUPR bersama rombongan saat menyusuri taman magrove Saleba. [KlikKaltim.com]

SuaraKaltim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, belum bisa menyanggupi alokasi anggaran 10 persen dari APBD untuk penanganan banjir pada 2022 mendatang. Dari data yang dihimpun KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, alokasi Pemkot Bontang dalam penanggulangan banjir hanya dianggarkan 3,36 persen dari daftar belanja pemerintah tahun depan.

Dengan kata lain, Pemkot Bontang hanya mengalokasikan anggaran banjir senilai Rp 42 miliar dari APBD 2022 sebesar Rp 1,2 triliun. Pemerintah berdalih, belum bisa menggelontorkan 10 persen atau setara Rp 120 miliar karena keterbatasan anggaran.

Belanja wajib seperti untuk urusan pendidikan sudah menyerap 20 persen atau setara Rp 240 miliar. Kemudian, belanja untuk keperluan kesehatan dianggarkan juga 10 persen, ditambah 10 persen lagi untuk penanganan pandemi. 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Amiruddin, mengatakan pemerintah baru bisa total atasi banjir setelah kajian induk atau master plan rampung di tahun depan. 

Baca Juga:Untung Jutaan Rupiah, Dari Swafoto Satwa, di Stadion Bessai Berinta

"Kita terus berupaya mengalokasikan dana untuk penanganan banjir. Pasalnya pos anggaran saat ini sudah sangat terbatas," kata Amiruddin saat hadir di Rapat bersama DPRD Bontang, Senin (20/12/2021) kemarin. 

Ia melanjutkan, setelah kajian induk ada, baru bisa menggelontorkan anggaran dengan maksimal. 

Sejauh ini permasalahan banjir di Bontang sudah dipetakan. Ada 3 faktor penyebab terjadinya banjir. Pertama, soal banjir kiriman dari hulu Kota Bontang, kedua karena adanya banjir rob yang diakibatkan pasang surut air laut, dan ketiga soal intensitas hujan deras di Kota Bontang. 

"Kita belum, memprediksi kapan pandemi ini akan usai. Kalau telah selesai 10 persen bisa saja dialokasikan dengan kekuatan anggaran," terangnya. 

Pangkas Perjalanan Dinas Pejabat Kota Taman  

Baca Juga:Tes Urine Dadakan 206 Orang Pegawai Pemadam Kebakaran Bontang: Katanya Banyak

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Bontang Bakhtiar Wakkang menilai pemerintah harusnya bisa memenuhi tuntutan 10 persen dari APBD untuk atasi banjir. Ia menyarankan agar pemerintah menghemat belanja pegawai yang cukup besar. 

Selain itu, Politisi Partai Nasdem ini menyarankan agar Pemkot bisa memangkas anggaran perjalanan dinas pejabat dan bisa di alihkan ke penanganan banjir. 

"Pangkas itu anggaran perjalanan dinas yang dinilai tidak penting. Harus ada juga pembatasan pejabat yang berangkat. Kan tidak perlu juga sampai puluhan orang yang pergi. Mending anggaranya dipakai untuk penanganan banjir," ujarnya.

Pernyataan dewan dijawab oleh pemerintah yang mengklaim telah menghemat anggaran mulai dari moratorium pegawai honorer, penghapusan anggaran pembelian mobil hingga pembatasan kupon BBM ke pegawai. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini