Saat terdapat menu yang sangat sederhana, artinya itu sudah sesuai dengan kriteria penerima lansia. Apalagi, yang memiliki penyakit komorbit. Tim penyaluran program rantang kasih disusun oleh ahli gizi dari Dinas Kesehatan Kota Bontang. Setiap lansia dimintai masukan soal pantangan lauk yang tidak bisa dimakan dan yang bisa dimakan.
Kemudian, untuk teknis masak dilakukan Kopmas sesuai dengan hasil analisis tim Dinkes tentang menu yang disuguhkan.
"Semua sajian sesuai hasil kajian dan analisis tim Dinkes, jadi menu disajikan tentu layak dimakan oleh para lansia," terangnya.
Anggaran jumbo sebesar Rp 2 miliar untuk membiayai 88 lansia selama sembilan bulan selama dua kali sehari tentu masih akan dievaluasi. Menurutnya, tanggapan publik tentang menu memang perlu diluruskan. Bahkan untuk melakukan pencairan, terlebih dahulu Kopmas diminta membuat Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) di setiap bulannya dengan merincikan menu apa saja yang akan dimasak.
Baca Juga:Menu Rantang Kasih Cuma Tempe dan Telur Goreng, Bahtiar Mabe Janji Bakal Evaluasi
Selanjutnya, untuk menindak lanjuti kritik DPRD, Dissos-PM akan melakukan evaluasi tingkat kota untuk membenahi progres pemberian rantang kasih kepada lansia.
"Secepatnya kita evaluasi di tingkat kota. Semua nanti bisa dijabarkan mulai dari alokasi pembagian anggarannya per porsi," pungkasnya.