Legenda Sungai Kerbau di Samarinda, Kisah Sang Pemahat Jawa yang Terkena Hukuman

Suatu hari, Aji Maharaja Sultan bermaksud memperindah istananya dengan ukiran yang indah dan halus.

Denada S Putri
Selasa, 20 Februari 2024 | 17:15 WIB
Legenda Sungai Kerbau di Samarinda, Kisah Sang Pemahat Jawa yang Terkena Hukuman
Kuburan keramat di Sungai Kerbau, Samarinda. [Ist]

SuaraKaltim.id - Sungai Kerbau yang mengalir di Kota Samarinda, merupakan anak sungai dari Sungai Mahakam. Sungai yang memiliki panjang 1.200 meter ini rupanya memiliki cerita legenda yang menarik di masa lalu.

Masyarakat setempat rupanya pernah mengkeramatkan sungai Kerbau ini karena sebuah peristiwa aneh yang terjadi beratus-ratus tahun yang lalu.

Dikutip dari buku Kumpulan Cerita Rakyat Kalimantan Timur, pada pertengahan abad ke-13 Masehi, ada seorang raja bernama Aji Maharaja Sultan yang bertahta di Kerajaan Kutai Kartanegara.

Suatu hari, Aji Maharaja Sultan bermaksud memperindah istananya dengan ukiran yang indah dan halus. Ia mengumpulkan para pembesar kerajaan untuk membicarakan niatnya.

Baca Juga:Bawaslu Samarinda Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Hak Suara di Dua TPS

Dalam sidang itu, Pangeran Mangkubumi mengusulkan agar Baginda Aji Maharaja Sultan mendatangkan ahli pahat dari Jawa.

Keesokan harinya, beberapa utusan berangkat ke Tanah Jawa dan setibanya mereka langsung menyampaikan maksud kedatangan mereka kepada
Raja Jawa.

Dengan senang hati, Raja Jawa pun berkenan mengirimkan dua orang pemahat ulungnya ke Kerajaan Kutai Kartanegara. Setelah berhari-hari berlayar mengarungi lautan luas, kedua pemahat yang kakak-beradik tersebut akhirnya tiba di Kerajaan Kutai Kartanegara.

Mereka pun disambut baik oleh Baginda Aji Maharaja. Kedua pemahat kakak-beradik dari Jawa itu pun mulai bekerja dengan giat.

Dengan tangan terampil, satu per satu kayu-kayu gelondongan yang telah disiapkan mereka pahat menjadi karya seni ukir yang mengagumkan.

Baca Juga:Kondisi Petugas KPPS di Samarinda, Lelah tapi Sehat

Baginda Aji Maharaja amat terpesona dan terkagum-kagum menyaksikan hasil kerja kedua pemahat itu. Sebagai ungkapan terima kasih, sang Baginda pun menganugerahi mereka hadiah yang amat banyak.

Rupanya sikap Baginda Aji Maharaja kepada kedua pemahat tersebut dianggap berlebihan oleh para pejabat istana. Mereka pun merasa iri dan dengki terhadap kedua pemahat dari Jawa tersebut.

Para pejabat istana pun berdiskusi dan sepakat untuk menuduh mereka melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap dayang-dayang istana.

Berkat kepiawaian para pejabat istana menyampaikan kata-kata bujukan, akhirnya sang Baginda pun terpengaruh dan mempercayai kata-kata mereka.

Tanpa menunggu waktu, para pejabat istana pun segera menangkap kedua pemahat itu. Keduanya diikat di sebuah tiang untuk dihukum gantung.

Setelah meninggal, mayat si pemahat yang dihukum mati dibuang ke Sungai Kerbau. Ajaibnya, mayat itu tidak hanyut ke arah hilir mengikuti aliran sungai, melainkan hanyut ke arah hulu muara sungai dekat Kota Samarinda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak