Tradisi Islami Adat Beluluh, Upacara Penyucian Sultan Kutai dari Unsur Kejahatan

Untuk diketahui, nama Beluluh ini mengacu pada balai bambu bertingkat tiga yang digunakan sebagai singgasana.

Denada S Putri
Senin, 18 Maret 2024 | 19:15 WIB
Tradisi Islami Adat Beluluh, Upacara Penyucian Sultan Kutai dari Unsur Kejahatan
Ilustrasi tradisi Islami Adat Beluluh, upacara penyucian Sultan Kutai. [Ist]

SuaraKaltim.id - Di Bulan Ramadan ini, mari sejenak mengulas berbagai adat dan tradisi khas Kalimantan Timur (Kaltim) yang memiliki unsur islami. Salah satunya adalah adat Beluluh atau dikenal juga Beluluh Sultan.

Kesultanan Kutai Kartanegara menjadi salah satu kesultanan yang rutin mengadakan adat Beluluh ini. Di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura di Jalan Toraga Timur Tenggarong.

Beluluh Sultan adalah bagian dari ritual pada upacara adat Erau Beluluh yang dilangsungkan menjelang pembukaan Erau.

Tujuan dari diadakan Beluluh Sultan adalah untuk menyucikan Sultan Kutai dari berbagai unsur kejahatan, baik yang terlihat maupun yang gaib.

Baca Juga:Tradisi Berbagi di Bulan Ramadan: 300 Takjil Gratis Menanti di Masjid Raya Darussalam Samarinda

Lantas apa arti kata Beluluh? Beluluh sendiri berasal dari kata “buluh” yang berarti batang bambu dan “luluh” yang berarti musnah.

Untuk diketahui, nama Beluluh ini mengacu pada balai bambu bertingkat tiga yang digunakan sebagai singgasana bagi Sultan atau Putra Mahkota dalam upacara ini.

Beluluh Sultan ini memiliki makna yakni Sultan akan menyucikan dirinya atau membersihkan dirinya dari energi-energi negatif yang ada.

Harapannya setelah mengadakan Beluluh, maka Sultan dalam melaksanakan prosesi adat Erau atau prosesi adat terbesar di Kalimantan ini bisa berjalan dengan baik.

Terlebih berjalan sesuai dengan tahapan prosesi dalam pakem adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Baca Juga:Viral Pria Review Bandara SAMS Sepinggan: Miris Banget Jalanan Bandara yang Katanya Terbaik

Biasanya sebelum melakukan prosesi Beluluh Sultan, di hari sebelumnya sudah dilakukan khataman Al-Quran kemudian doa haul jama'.

Biasanya pembacaan lantunan ayat Al-Quran tersebut dilakukan oleh kerabat beserta para tokoh agama dan para habaib.

Sementara, maksud dan tujuan dari prosesi pembacaan Al-Quran dan doa tersebut untuk mendoakan para sultan-sultan terdahulu yang sudah berpulang maupun kerabat yang telah meletakkan pondasi adat istiadat serta budaya di kesultanan.

Kontributor: Maliana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak