Sakral, Mitos, Agama, dan Literasi: Kisah Pendidikan di Kerajaan Kutai Kartanegara

Sebelum menjadi kesultanan, Kerajaan Kutai Kartanegara ini mengalami perkembangan yang cukup pesat termasuk dengan bidang pendidikannya.

Denada S Putri
Jum'at, 03 Mei 2024 | 15:00 WIB
Sakral, Mitos, Agama, dan Literasi: Kisah Pendidikan di Kerajaan Kutai Kartanegara
Kedaton Kutai Kartanegara yang sekarang menjadi Museum Mulawarman. [Ist]

SuaraKaltim.id - Kerajaan Kutai Kertanegara adalah kerajaan di Pulau Kalimantan bagian timur yang berdiri pada 1300 Masehi.

Di masa itu, perkembangan kerajaan ini sangat pesat bahkan pada tahun 1635 Masehi, kerajaan ini berhasil menaklukan Kerajaan Kutai Martadipura.

Kala itu, Kerajaan Kutai Martadipura yang diperintah oleh Maharaja Dharma Setia berhasil ditaklukan dan nama kerajaan pun berganti menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

Sebelum menjadi kesultanan, Kerajaan Kutai Kartanegara ini mengalami perkembangan yang cukup pesat termasuk dengan bidang pendidikannya.

Baca Juga:Peringati Hardiknas 2024, Disdikbud Kaltim Lanjutkan Program Merdeka Belajar dan Perkuat Sarpras Sekolah

Namun, untuk membandingkan pendidikan di masa itu dengan masa sekarang tentu sangat jauh berbeda.

Pendidikan pada masa itu dilaksanakan dan dijalankan serta dengan materi yang sesuai dengan tuntutan pada saat itu.

Seyogyanya sebagai mahluk sosial, dan segala sesuatu yang menyangkut kehidupan sosial, manusia selalu berkembang dari zaman ke zaman, termasuk dalam hal pendidikan.

Berbeda dengan sekarang, pendidikan pada saat itu dilaksanakan dengan materi yang sebagian besar bersifat sakral dan penuh mitos.

Fokus dan arah pendidikan adalah kerajaan dengan segala aspeknya. Putra-putra raja, para bangsawan, para punggawa dan lain-lain staf keraton dididik dalam berbagai macam kesaktian dan ketrampilan dalam peperangan.

Baca Juga:Miris! Oknum ASN Kukar Curi Seng Sekolah untuk Beli Sabu

Di samping itu, tata-krama dan adat istiadat yang bersifat kraton-centris juga diajarkan kepada para penerus kerajaan itu.

Pendidiakan terhadap putra-putra Raja lebih-lebih Putra Mahkota dididik dengan baik, termasuk dalam hal adat istiadat mengatur kerajaan.

Menurut hikayat raja, Maharaja Sultan atau Aji Wirabayan bersama dengan menterinya Maharaja Sakti pernah belajar tentang tata pemerintahan kerajaan di Majapahit.

Adat serta tatakrama baik yang telah mereka undangkan di dalam kitab undang-undang maupun yang tidak tertulis, mereka pelihara
dan dipelajari secara turun temurun.

Untuk pendidikan rakyat biasa, kebanyakan daerah-daerah luar Kalimantan Timur, seperti di Jawa sekitar permulaan abad ke-18, telah ada usaha-usaha sadar untuk mendidik rakyat, terutama sekedar bekal bagi kepentingan penjajahan atau kerajaan itu sendiri.

Setelah berubah menjadi Kesultanan, pendidikan yang tersangkut paut dengan keagamaan memang jauh sebelumnya sudah pernah diberikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini