Kenapa Suntik Vaksin Covid-19 Harus di Lengan Kiri ? Ini Alasannya

Pemerintah telah melatih banyak vaksinator dan mempersiapkan rumah sakit khusus

Muhammad Yunus
Selasa, 12 Januari 2021 | 16:14 WIB
Kenapa Suntik Vaksin Covid-19 Harus di Lengan Kiri ? Ini Alasannya
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]

SuaraKaltim.id - Sejumlah warga Indonesia yang sudah terpilih akan mengikuti program suntik vaksin Covid-19 tahap pertama. Vaksinasi mulai digelar besok.

Untuk mensukseskan program ini, pemerintah telah melatih banyak vaksinator dan mempersiapkan rumah sakit khusus untuk melakukan proses vaksinasi.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Nurul AR mengatakan, semua warga yang akan divaksinasi Covid-19 betul-betul harus sehat. Tidak stres dan sehat secara jasmani.

"Makanya kita imbau tidak begadang dan wajib sarapan terlebih dahulu," kata Nurul, Selasa (12/1/2021).

Baca Juga:Depan Menkes hingga Bio Farma, Ribka PDIP Rela Didenda Ketimbang Divaksin

Begadang, kata Nurul, bisa mempengaruhi tekanan darah. Jika rendah atau tinggi (hipertansi) tentu berpengaruh.

"Nanti juga mereka akan melalui screening terlebih dahulu. Termasuk pemeriksaan darah dan rapid test," jelasnya.

Petunjuk teknis vaksinasi sudah ditentukan dari Kementerian Kesehatan. Penyuntikan tidak sembarangan dilakukan.

Untuk vaksinasi jenis Sinovac ini akan dilakukan di tangan kiri. Alasannya, waktu kecil warga sudah pernah disuntik vaksin di tangan kanan.

"Sudah aturan dari Kementerian Kesehatan,".

Baca Juga:Ribka PDIP Ogah Disuntik Vaksin: Kalau Dipaksa Pelanggaran HAM!

Nantinya, penerima akan disuntik dua kali dengan jeda waktu hingga 14 hari.

Saat ini penyaluran distribusi vaksin ke Kabupaten/Kota sementara dilakukan. Untuk bulan Januari ini, hanya tiga daerah yang diprioritaskan terlebih dahulu.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari mengatakan poses vaksinasi gratis di Sulawesi Selatan tidak dilakukan secara serentak.

Untuk tahap pertama hanya akan dilakukan di tiga daerah saja. Makassar, Maros, dan Gowa.

Hal tersebut sesuai dari petunjuk Kementerian Kesehatan. Tiga daerah itu ditetapkan langsung oleh Kemenkes.

Alasannya, karena Maros dan Gowa adalah penyanggah Makassar. Selain itu, pemetaan kasus di tiga daerah ini cukup tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini