Wabah PMK Hantui Peternak Sapi di Samarinda

"Sapi-sapi saya ini dikirim dari sulawesi, bahkan kami lama menunggu karena 40 ekor sapi milik saya harus ikut karantina."

Denada S Putri
Selasa, 14 Juni 2022 | 15:36 WIB
Wabah PMK Hantui Peternak Sapi di Samarinda
Suasana peternakan sapi di Jalan Rapak Indah, Sungai Kunjang. [Suara.com/Apriskian Tauda Parulian]

SuaraKaltim.id - Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak akhirnya telah masuk di Kalimantan Timur (Kaltim). Dugaan penyebaran PMK itu lantaran seekor sapi di kabupaten Berau yang diketahui didatangkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kendati masih berstatus suspek, PMK ini juga menyebabkan para peternak sapi di Kota Samarinda merasa khawatir. Mereka merasa seperti dihantui dengan wabah tersebut.

Hal itu disampaikan salah satu peternak sapi di Jalan Rapak Indah, Kecamatan Sungai Kunjang, bernama Malik. Ia menuturkan, memang penyakit ini sangat meresahkan bagi mereka yang merupakan peternak sapi.

Ia mengaku sapi-sapi miliknya juga sempat mengikuti karantina selama 15 hari. Sebelum akhirnya bisa tiba di peternakan.

Baca Juga:Cegah PMK, Lapak Hewan Kurban di Bandar Lampung akan Diperiksa Tim Gabungan

"Alhamdulillah sehat-sehat semua, sapi-sapi saya ini dikirim dari sulawesi, bahkan kami lama menunggu karena 40 ekor sapi milik saya harus ikut karantina dulu di daerah Mamuju dan ikut melakukan pemeriksaan," ungkapnya, Selasa (14/6/2022).

Ia menambahkan, saat pemeriksaan dan di karantina, kunjungan dari Dinas Peternakan setempat dilakukan. Kunjungan itu sampai 3 kali, pengambilan sampel darah juga dilakukan.

"Untungnya mas, tidak (Ada) temuan-temuan yang penyakit ini (PMK) di sapi-sapi saya ini. Jadi kami bisa diloloskan untuk berangkat," tambahnya.

Ia berharap, permasalan penyakit PMK segera berlalu. Pasalnya, dengan adanya penyakit seperti banyak peternak sapi yang merugi.

"Dua tahun yang lalu kita terdampak Covid-19 banyak peternak sapi merugi, sekarang Covid sudah melandai, malah datang penyakit seperti ini. Harapan saya semoga ini segera berlalu," imbuhnya.

Baca Juga:Jadwal Piala Presiden 2022 Hari Ini, Ada Duel Barito Putera vs RANS Nusantara FC

Dinas Perikanan dan Peternakan Sebut Belum Dapat Laporan

Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda menuturkan belum mendapatkan adanya laporan PMK yang menyerang terjadi di Samarinda.

"Kalau itu (PMK) itu belum ada laporan kepada kami," ungkap Medik Veteriner ahli muda Dinas Perikanan dan Peternakan Kota Samarinda, drh. Jumianti saat ditemui awak media, di hari sebelumnya, Senin (13/6/2022).

Dia menjelaskan, sapi-sapi itu memang dikirim dari NTT. Lalu transitnya di Samarinda, kemudian dibawa ke Kutai Lama, lalu dikirim ke Berau.

"Dari Berau itu mintanya 13 ekor, cuma dari Kutai Lama itu 7 ekor, yang 6 ekornya dari Gorontalo. Dari 7 ekor ini mati satu 6 ini masuk ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Berau," jelasnya.

"Waktu baru datang itu langsung diperiksa fisiknya ternyata aman. Namun pada saat mau dipotong kan itu diperiksa lagi, ternyata pada saat diperiksa ada luka," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini