Harapannya dengan produksi 4 hari 100 persen, maka pelanggan yang diujung atau perbukitan bisa terjangkau aliran air bersih PTMB.
“Kalau dianalogikan kita produksi 100 persen, pipa itu bisa terisi sampai ke ujung sana. Kalau satu hari baru 100 persen itu baru mengalir diujung sana tapi pas 50 persen pasti tidak akan sampai ke ujung sana. Kalau tidak sampai disana kita antar pakai tanki air,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur operasional PTMB Anang Fadliansyah mengatakan, sembari menunggu izin produksi ditambah, PTMB juga tengah menyiapkan rekayasa distribusi air ke rumah pelanggan.
Termasuk, mengandalkan sumur air dalam jadi alternatif berikutnya, untuk memastikan ketersediaan air bagi pelanggan.
Baca Juga:Balikpapan Raih 17 Penghargaan Panji Pembangunan, Kota Terbaik di Kaltim
“Kami sudah mengurus izin untuk beberapa sumur dan sekarang kami akan memulai optimalisasi,” imbuhnya.
Terkait skenario penggunaan air baku saat ini, secara akurasi Anang menambahkan, hal itu sesuai dengan rekomendasi BWS.
“Surat Izin Pengambilan Air atau Sipa harus dipatuhi. Jangan sampai air (baku) yang kami ambil melebihi dari yang ditetapkan karena akan mempengaruhi stabilitas dan keamanan bendungan,” terang Anang secara spesifik.
Lebih lanjut ia menerangkan, saat kemarau melanda, PTMB hanya diperkenankan menggunakan air baku sebanyak 70 persen dari Sipa yang ditetapkan.
“Polanya dua hari 100 persen (beroperasi) dan dua hari (beroperasi) 50 persen. Sekarang sudah diubah menjadi dua hari (beroperasi) 100 persen dan sehari (beroperasi) 50 persen,” tukasnya.
Baca Juga:Hampir 30 Persen Petugas Adhoc di Balikpapan Diganti