Masih Tradisional, Begini Keunikan Pembuatan Tato Dayak Iban

Masyarakat Iban menyebut tato sebagai "uker" atau "pantang" dalam bahasa ibu mereka.

Denada S Putri
Kamis, 07 Maret 2024 | 16:15 WIB
Masih Tradisional, Begini Keunikan Pembuatan Tato Dayak Iban
Ilustrasi pembuatan tato Mentawi secara tradisional. [Ist]

Luka karena jarum atau duri ini akan menjadi koreng dan setelah kering akan tampaklah motif tato berwarna hitam.

Pembuatan pantang Iban secara tradisional memerlukan waktu relatif lebih lama dibandingkan penatoan dengan mesin.

Waktu pembuatannya juga dipengaruhi ukuran dan tingkat kerumitan motif. Misalnya, satu motif sederhana dapat selesai dalam waktu sekitar dua jam.

Rasa sakit akibat proses penatoan berbeda untuk setiap orang dan tidak ada ramuan apa pun yang diberikan untuk mengatasi rasa sakit dan biasanya orang yang baru pertama kali ditato basanya mengalami demam akibat luka tato.

Baca Juga:Uyao Moris, Maestro Sape dari Kalimantan yang Mendunia

Kontributor: Maliana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini