Koperasi Samarinda Tawarkan Beras Lokal untuk Ribuan Porsi MBG

Selain menggandeng SPPG, koperasi juga membidik kerja sama dengan Brigade Pangan.

Denada S Putri
Kamis, 02 Oktober 2025 | 21:06 WIB
Koperasi Samarinda Tawarkan Beras Lokal untuk Ribuan Porsi MBG
Ilustrasi beras. [Ist]
Baca 10 detik
  • Koperasi Merah Putih Lempake bersiap jadi pemasok beras lokal untuk program MBG, dengan rencana kerja sama bersama SPPG dan Brigade Pangan.

  • Kendala utama koperasi meliputi perizinan pengemasan, harga beras petani yang tinggi (Rp15.000/kg), serta tuntutan profit cepat dari pihak perbankan.

  • Pasar MBG dinilai potensial di tengah penghentian sementara serapan gabah oleh Bulog, sehingga koperasi melihat peluang sekaligus tantangan untuk memperkuat peran dalam distribusi pangan lokal.

SuaraKaltim.id - Koperasi Kelurahan Merah Putih Lempake di Samarinda mulai memantapkan langkahnya untuk menjadi pemasok beras lokal bagi program dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Upaya ini dinilai strategis untuk menyerap hasil panen petani sekaligus memperkuat rantai distribusi pangan di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Perkiraan bulan ini kita melakukan nota kesepahaman dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait penawaran beras dan minyak goreng," kata Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Lempake, Adung KS Utomo, di Samarinda, disadur dari ANTARA, Kamis, 2 Oktober 2025.

Selain menggandeng SPPG, koperasi juga membidik kerja sama dengan Brigade Pangan untuk memperluas jangkauan penyerapan beras petani.

Baca Juga:Cegah Tumpang Tindih, Pemkab PPU Lakukan Pendataan Penerima MBG di Wilayah IKN

Ke depan, koperasi menargetkan memiliki beras lokal dengan merek dan kemasan sendiri.

Namun, Adung mengakui kendala perizinan pengemasan masih perlu dituntaskan.

Di sisi lain, harga beras petani yang kini berada di kisaran Rp 15.000 per kilogram membuat biaya pengemasan dan negosiasi harga akhir dengan MBG menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan.

Pasar MBG sendiri dinilai potensial karena menyerap ribuan porsi setiap hari.

Momentum ini semakin relevan setelah Bulog menghentikan sementara penyerapan gabah akibat kuota yang telah penuh.

Baca Juga:Program MBG Minim Transparansi, Pengamat: Harusnya Bisa Lebih Terbuka

Kondisi tersebut membuat koperasi melihat peluang sekaligus tantangan untuk hadir sebagai alternatif.

Untuk memperkuat posisi, Adung mendorong DPRD Kaltim agar memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait optimalisasi serapan beras lokal.

"Tantangan lain yang dihadapi adalah terkait permodalan, di mana proposal bisnis yang diajukan ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menuntut profitabilitas dalam waktu yang singkat," ucapnya.

Sebagai usaha rintisan, Adung menegaskan koperasi membutuhkan waktu untuk tumbuh dan menghasilkan keuntungan sebelum mampu menjawab tuntutan pasar secara penuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak